
...***...
Aland dan Lucy terduduk sejenak. Mereka benar-benar bingung harus mencari Rei kemana lagi. Terlebih mereka sudah mulai kelelahan karena terus berjalan mengelilingi hutan.
"Kita sudah berjalan cukup jauh, tapi kita tidak bisa menemukan mereka sama sekali," gumam Aland sambil berusaha mengatur napasnya yang tidak beraturan.
"Kemana sebenarnya dia membawanya ya?"
"Aku tidak tahu. Tapi yang membuatku lebih bingung kenapa dia bisa membawa Rei secepat itu?"
"Dia evolver, ingat? Mereka punya kemampuan istimewa. Sama seperti Rei dan yang lainnya, dia berbeda dari kita yang hanya manusia biasa," kata Lucy.
"Aku tidak menyangka akan banyak hal seperti ini yang terjadi dalam petualangan kita. Bahkan aku juga tidak menyangka kalau kita akan kehilangan salah satu rekan kita lagi."
"Aku juga tidak menduganya. Padahal kita belum menemukan Am…," gumam Lucy dengan wajah tertunduk.
Aland terdiam memandangi Lucy yang kini diam dengan wajah murung. Ia kemudian mengulurkan tangannya dan mengusap pundaknya pelan, berharap bisa membuat Lucy sedikit merasa tenang.
"Kita pasti akan bisa menemukan dia, begitu juga dengan Rei. Aku janji, tidak akan ada lagi yang menghilang. Kita pasti bisa kembali bersama," bisiknya.
"Aku percaya kita pasti akan kembali. Tapi untuk itu, kita harus berusaha menemukan mereka dan menyelamatkannya." Lucy mengepalkan kedua tangannya. Menatap Aland dengan penuh keyakinan.
Aku sudah kehilangan Elena, dan aku tidak ingin sampai hal itu terjadi lagi. Kali ini…, aku akan melindungi orang-orang yang ada di sisiku.
Aku akan melindungi Am, dan aku juga akan melindungi Rei dan teman-temannya. Bagaimanapun…, mereka sudah ada bersamaku sampai sejauh ini.
Bagiku, mereka sudah sama berharganya seperti Am, dan Elena.
Lucy bangkit dengan Aland dan kembali melanjutkan perjalanan. Setelah berjalan cukup jauh, mereka akhirnya menemukan sebuah gerbang tua yang letaknya berada di tengah hutan. Banyak sekali tanaman rambat yang menghiasi gerbang itu.
"Lihat! Ada gerbang di tempat seperti ini." Aland dan Lucy berlari menghampiri benda itu.
"Sepertinya, ini sudah ada sejak lama."
Lucy dan Aland menghampiri gerbang tersebut sampai akhirnya mereka tiba di depan gerbang dan mereka menemukan satu keganjilan yang begitu jelas.
"Tunggu! Ada yang aneh." Aland kembali berjalan ke arah mereka datang. Saat menatap ke arah balik gerbang, yang dilihatnya hanya pepohonan lebat. Tapi begitu ia menghampiri gerbang dan melihat ke dalamnya, dia melihat sebuah bangunan dan jalan yang menuju ke arah bangunan besar tersebut.
"Aku tidak bisa melihat bangunan itu sebelumnya. Bagaimana mungkin ada bangunan di sini dan kita tidak sadar sejak tadi?"
"Sepertinya ini ada bangunan yang di ciptakan dengan teknologi tinggi. Kita hanya bisa melihatnya dari arah depan gerbang." Lucy mendongak menatap bangunan yang ada jauh di sana.
"Apakah jangan-jangan, wanita itu membawa Rei ke sini?" Lucy beralih fokus pada Aland. Beradu tatap dengan lelaki itu.
"Mungkin kau benar. Tidak ada salahnya kita masuk dan mengeceknya."
Lucy menganggukkan kepalanya lalu bergerak mendorong pintu gerbang yang mereka lihat. Setelah itu mereka berdua melangkah masuk dan berjalan sepanjang jalan menuju arah bangunan tersebut.
Semakin mereka dekat ke arah bangunan itu, mereka semakin jelas melihat betapa besarnya bangunan tua itu.
...***...