
...***...
Brugh!
Elvina meninju Joe dengan menggunakan kekuatannya. Ia menatap lelaki itu yang berhasil menahan serangan jarak dekatnya.
"Apa yang kau maksud dengan mengulur waktu?!"
"Kau penasaran?" Joe menarik sebelah sudut bibirnya. Elvina yang kini wajahnya berada tepat di dekatnya tampak sangat penasaran sekaligus marah dengan apa yang baru saja terlontar dari mulutnya.
"Aku tidak akan memaafkanmu jika kau berani menyentuh orang-orang yang aku sayangi." Elvina berputar, menendang Joe dan menyerangnya berulang kali dengan kemampuan bela diri yang ia kuasai.
Joe sampai terseret akibat serangannya yang tanpa jeda. Beruntung beberapa serangan Elvina berhasil ia tangkis.
"Kau tidak akan melihat orang-orang yang kau sayangi terluka kalau kau dan adikmu mau menyerahkan diri pada profesor." Joe menangkap tendangan Elvina.
Gadis itu tak tinggal diam, ia mengayunkan satu kakinya yang lain hingga membuat dirinya melayang dan berputar di udara.
Elvina menendangnya bertubi-tubi. Joe menggunakan kedua tangannya untuk melindungi dirinya.
Kakinya yang berusaha menahan tubuhnya gagal mempertahankan posisinya.
Jalanan beraspal yang di pijaknya bahkan sampai lecet. Jejak kaki Joe yang terseret sampai menggores aspal dengan jelas.
Bugh!
Satu tendangan penuh energi lagi, dan tubuh Joe tersungkur jatuh ke tanah beraspal.
Joe terpental hingga menghantam tanah beraspal di dekat salah satu mobil yang terdiam di tengah jalan yang di lewatinya.
Kepalanya terbentur keras pada mobil yang berada tepat dibelakangnya. Body mobil itu sampai penyok dibuatnya.
Entah kenapa, walaupun energinya benar-benar nyaris habis. Tapi begitu mendengar Joe sedang mengulur waktu, Elvina merasa seakan seluruh energinya kembali bersamaan dengan emosinya yang memuncak.
Elvina memegangi sebelah tangannya yang terluka parah akibat menyerang Joe berkali-kali, dan setiap serangannya saling berhantaman dengan kemampuan milik Joe.
Elvina tersengal-sengal, matanya masih menatap tajam Joe yang terkapar dihadapannya.
"A… aku tidak akan pernah ikut denganmu, d… dan aku… tidak akan pernah membiarkanmu menyentuh orang-orang yang aku sayangi. Tak peduli itu adalah William atau Rei… atau Leon sekalipun… a… aku akan melindungi mereka dari orang sepertimu!" Elvina berucap dengan napas terengah-engah.
Joe bergerak dari posisinya. Ia bangun, sebelah tangannya memegangi perutnya yang baru saja mengenai serangan Elvina. Sakit? Tentu saja, jangan tanya bagaimana rasa sakitnya.
Joe mengelap darah yang mengucur pada bagian pipi kirinya. Matanya beradu dengan Elvina yang kini berdiri di sana.
"Kau memang bodoh karena selalu memilih pilihan yang salah."
"Apa kau bilang?!" Elvina mengepalkan kedua tangannya, medan gaya dalam cengkraman tangannya semakin membesar melindungi kedua kepalan tangannya.
"Berani kau menghinaku!" Elvina berlari sekuat tenaganya. Kedua kepalan tangannya terangkat di udara, ia melompat hendak menyerang Joe dengan sekuat tenaganya.
Emosinya sudah berada diambang batas, apalagi saat Joe seenaknya menghinanya bodoh. Elvina tidak bisa terima itu.
Baru saja tangannya hendak mendarat pada tubuh pria itu. Joe mendadak menggerakkan kedua tangannya dan menyerang Elvina sekuat tenaga.
Arus listrik bertegangan tinggi menyambar tubuh Elvina hingga membuatnya terpental dan tersungkur jatuh.
Tubuh Elvina sampai berguling beberapa meter dari posisi Joe. Detik berikutnya, Elvina tak dapat merasakan apa-apa pada tubuhnya.
Seluruh energinya benar-benar terkuras habis.
...***...