
...***...
Mereka akhirnya tiba di depan sebuah ruangan. Dorothy berhenti sejenak di sana sebelum akhirnya melangkah bersama dengan kedua temannya. Di dalam, Tiana dan Rivanno bisa melihat ruangan laboratorium yang sama seperti yang lain. Kosong dan tampak sedikit berantakan karena tidak terurus. Mereka sempat kebingungan karena Dorothy tiba-tiba saja membawa mereka ke sana. Terlebih dari yang mereka amati, tidak ada pintu lain yang bisa mereka lihat. Mustahil rasanya kedua anaknya di sembunyikan di ruangan itu.
Dorothy menghampiri sebuah mesin. Berdiri di depan pintu yang kemudian dia buka dengan menggunakan kode akses suaminya yang masih diingatnya dengan jelas. Tak lama pintu terbuka dan mereka bisa melihat bagian dalamnya. Terdapat sebuah kendali di sana. Namun ruangan itu berukuran kecil, dan tidak ada pintu lain.
"Kenapa kita ke sini?" tanya Tiana dengan bingung. Dorothy tidak banyak bicara dan langsung meminta mereka untuk masuk. Ketiganya lalu duduk, dan Dorothy mulai menyalakan mesinnya.
Tiana dan Rivanno terkejut saat mesin itu mulai menyala. Kapsul waktu yang mereka tempati sekarang ini mulai bergerak. Mereka bisa merasakan guncangan akibat adanya pergesekkan di lorong waktu.
"Apa yang terjadi? Kenapa ruangan ini berguncang seperti ini?" Rivanno berusaha meminta penjelasan dari Dorothy.
"Dorothy, jelaskan apa yang sebenarnya sedang terjadi pada kami."
"Kita sedang ada di lorong waktu. Mesin ini adalah mesin waktu yang akan mengantarkan kita ke tempat dimana Cato berada."
"I-ini…" Tiana dan Rivanno benar-benar sudah berpindah dari tempat yang satu ke tempat lain dengan menggunakan mesin waktu. Mereka perlahan melangkah keluar dari dalam sana, dan berjalan dengan pandangan menatap sekeliling ruang laboratorium yang kini tampak seratus delapan puluh derajat berbeda dari sebelumnya.
"Kita sungguh sudah berpindah ke dimensi lain?" tanya Rivanno yang masih tak menyangka mereka benar-benar sudah melakukan perjalanan waktu. Dorothy hanya menganggukkan kepalanya.
"Aku tidak boleh melewatkan momen ini!" Tiana memasang sebuah kamera mini berbentuk kancing di pakaiannya. Dia tidak boleh sampai melewatkan semua momen yang akan terjadi, karena semua ini akan menjadi bukti paling berharga.
"Kalau begitu ayo pergi! Aku yakin Cato membawa mereka ke sini." Dorothy melangkah menghampiri pintu keluar dengan diikuti oleh Tiana dan Rivanno. Mereka bertiga keluar dari ruang laboratorium pertama hingga akhirnya tiba di lorong. Mereka berjalan menyusuri lorong, mencari tempat dimana Cato menyembunyikan kedua anaknya.
Sepanjang jalan, Tiana dan Rivanno sama sekali tidak bisa berhenti memperhatikan sekeliling. Semua yang ada di markas tempat Miles dan Martin bersembunyi ini sungguh terlihat seperti tidak nyata. Mereka seolah melihat masa depan di tempat tersebut. Yang lebih sulit dipercayanya lagi adalah mereka sungguh telah berpindah dari dimensi tempat mereka hidup ke dimensi lain.
Perjalanan mereka akhirnya berhenti di salah satu ruangan yang tidak lain adalah ruangan tempat dimana Dorothy menyaksikan Lusia yang tewas di bawa keluar.
...***...