Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 375 - Tempat apa ini?



...***...


"Sekarang bagaimana caranya agar kita bisa melanjutkan misi ini? Sudah nyaris lebih dari satu tahun kita menangani kasus ini, tapi belum juga bisa kita selesaikan. Tim lain bahkan sudah mendapatkan misi lain, sementara kita masih terus stuck di satu misi." Lucy memijat keningnya. Wanita berambut pirang itu duduk di sofa yang ada dengan posisi bertumpang kaki.


"Itu karena misi yang kita jalani adalah misi kelas kakap, sedang yang lain menangani misi kelas teri. Bukankah sejak awal, tim kita memang selalu menangani misi kelas kakap?" Aland berkomentar.


"Ya, aku tahu. Ini bukanlah yang pertama kalinya, tapi ini benar-benar membuatku frustasi. Apalagi, tanpa Am… tim kita tidak lengkap. Bahkan dalam kurun waktu satu tahun, kita benar-benar kesulitan karena dia tidak ada."


Atensi Lucy dan Aland seketika beralih saat suara pintu di dengarnya terbuka.


Ethan, tiba bersama dengan kedua rekannya yang lain. Jean dan Daniel.


"Lucy, Aland!" Ethan menghampiri keduanya.



"Ada apa?" Lucy menatap ke arah mereka dengan raut wajah bingung.


"Eth, bilang kalau dia sudah berhasil menangkap sinyal dari target kalian." Jean mengambil duduk di samping kirinya, sementara Daniel di sisi kanannya.


Jean, Lucy, dan Daniel. Sudah bersahabat sejak mereka di akademi pelatihan. Bahkan jauh sebelum Aland hadir menggantikan anggota timnya yang sempat berantakan.


"Benarkah kau mendapatkannya?" Aland bergeser agar Ethan bisa duduk.


"Ya, dan aku sudah tahu dimana lokasinya. Beberapa waktu lalu, aku sempat menangkap sinyal yang berasal dari alat canggih yang mereka pakai. Walaupun membutuhkan waktu lama untuk melacaknya karena alatnya terlampau canggih dengan alat-alat kita, tapi aku berhasil menangkap sinyalnya," jelas Ethan yang duduk di sana dengan map yang ia bawa. Ia menaruh semua itu ke atas meja kaca yang ada di hadapannya.


Lucy dan Aland segera membuka map tersebut dan mengambil beberapa lembar kertas berisi informasi yang telah dikumpulkan oleh Ethan dan di cetak.


"Dia berpindah-pindah? Tapi… tempat apa ini?" Lucy menunjuk satu foto yang berada dalam genggamannya. Foto itu menunjukkan sebuah gedung besar yang begitu mewah, namun ia sama sekali asing dengan gedung itu.


"Dimana gedung ini berada?" Aland meraih foto yang di tunjukkan Lucy.


"Aku baru melihatnya," gumam Jean.


"Aku sudah berusaha mencari tahu mengenai gedung ini. Letaknya berada di pinggiran kota yang cukup sepi dan jarang sekali dikunjungi. Kalau tidak salah, lokasinya dekat…" Ethan menggantungkan ucapannya. Ia menatap Lucy dengan raut wajah ragu, hatinya enggan melanjutkan kalimat selanjutnya.


"Dekat apa?" tanya Daniel berusaha meminta Ethan melanjutkan ucapannya.


"Kenapa kau tampak ragu untuk melanjutkan kalimatmu?" tanya Jean.


"Itu…" Ethan menunduk. Lidahnya mendadak terasa kelu.


"Katakan saja, kami harus tahu dimana tempat itu berada," kata Lucy.


"Tempat ini terlalu sensitif untukmu, jadi ayo lanjutkan ke tempat lainnya saja." Ethan mengalihkan pembicaraan, ia menaruh foto itu dan menyembunyikannya di antara beberapa kertas lain agar Lucy tak dapat melihatnya.


"Apa yang kau sembunyikan?" tanya Aland yang tak mengerti dengan sikap Ethan yang aneh.


"Tidak ada," jawabnya.


...***...