
...***...
And anywhere you are, you know I'll be around
And when you call my name, I'll listen for the sound
If I could wish for one thing, I'd take the smile that you bring
Wherever you go in this world, I'll come along
Together we dream the same dream
Forever I'm here for you, you're here for me
Oh oh oh, two voices, one song~
Louis terdiam ketika mendengar lirik itu ditelinganya. Lirik yang memiliki makna besar dalam hidupnya, sekaligus lirik yang menjadi alasan mengapa dirinya sampai berada di sini sekarang.
"Tuan…" Louis bergumam. Ia menoleh ke arah Rei. Tapi begitu ia berbalik, sosoknya kembali lenyap bagaimana abu. Menghilang bersamaan dengan suara musik yang juga ikut lenyap.
Tiba-tiba saja Louis merasakan keganjilan. Ia merasa ada air yang mengalir membasahi lantai tempatnya berpijak. Semakin lama, air itu semakin tinggi hingga hanya dalam satu kedipan mata, Louis tersadar dirinya tenggelam di dalam air tersebut.
Louis membuka matanya spontan, dan begitu ia sadar. Dirinya telah ada di tempat yang paling tidak pernah ingin dia kunjungi.
Tempat yang selalu berusaha ia hindari, sekaligus tempat yang berusaha ia jauhkan dari Rei.
Samudera. Ruangan gelap yang tadi ditempatinya sekarang berubah menjadi samudera. Laut tanpa batas dan tanpa daratan.
Deg! Deg! Deg!
Tuan…
Aku bisa merasakan keberadaannya di sekitar sini.
Louis mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Berusaha mencari asal aura yang ditangkapnya. Sampai kemudian, Louis bisa melihat sebuah kotak es yang melayang di dasar lautan.
Louis melihatnya secara samar-samar. Tapi tak lama, ia kemudian menghampiri kotak tersebut.
Tidak… tidak mungkin dia disana kan?
Louis terus bergerak menghampiri kotak yang dilihatnya. Semakin ia mendekat, Louis semakin bisa melihat ukuran kotak itu dengan jelas.
Kotaknya lebih besar dari yang dia lihat, dan letaknya lebih dalam dari yang ia bayangkan.
Begitu Louis mendekat ke arah kotak yang ukurannya sekitar satu meter setengah itu, Louis bisa merasakan dinginnya suhu disekeliling kotak tersebut.
Walaupun ditempat itu gelap, Louis masih bisa melihat kotak itu dengan jelas. Louis merasakan jantungnya semakin berdebar hebat. Ia berenang mengelilingi kotak itu, hingga akhirnya dia menemukan sebuah lubang kecil berbentuk persegi dengan beberapa batang es yang membuat lubang itu tampak seperti jendela dengan jeruji.
Louis terdiam. Tubuhnya semakin bisa merasakan keberadaan Rei. Ia mendekat secara perlahan ke arah kotak itu dan berdiri didepan jendela yang dilihatnya.
Louis membelalakkan mata. Ia bisa melihat dengan jelas, Rei yang ada di dalamnya.
Tubuh Rei melayang di dalam kotak itu. Tepat ditengah-tengahnya. Selain itu, Louis juga melihat kaki, tangan, dan leher Rei yang terikat dengan rantai. Keadaannya persis seperti keadaan tubuh Rei saat ia di rendam dalam tabung berisi serum.
Selain itu, Louis bisa melihat di bagian bawah tempat rantai itu mengarah, ada sebuah bola yang menjadi pemberat dari rantai-rantai itu.
Bola itu tampak sangat berat, warnanya hitam, dan entah terbuat dari apa. Louis tidak tahu.
...***...