Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 618 - Melompat untuk lolos



...***...


Mereka terus melangkah menghampiri Rei. Membuat Rei semakin terpojokkan dan ruang geraknya semakin sedikit.


"Kau tidak akan bisa lari lagi!" Para penjaga terus mendekat ke arahnya.


Rei mengepalkan tangannya erat.


"Aku akan menghadapi mereka."


"Tidak tuan. Jangan. Jumlah mereka terlalu banyak."


"Tapi, aku tidak mungkin diam saja."


Rei bergerak menghampiri mereka dan menyerang beberapa penjaga dengan kemampuannya.


Dorr! Dorr!


Louis mulai mendengar suara tembakan. Dan bersamaan dengan itu, ia mulai melihat Rei yang kewalahan menghadapi para penjaga.


"Tuan!"


"Arghhh!" Rei meringis menahan sakit.


Brukk!


Para penjaga menyerang Rei dari arah belakang hingga membuatnya terjatuh di tanah.


"Sudah kami bilang kau tidak akan bisa melarikan diri! Kau tidak akan bisa lolos." 


"Arghh!" Rei memberontak sekuat tenaga.


"Tuan!" Louis hendak melangkah menghampirinya.


Rei terus memberontak. Salah satu penjaga mulai menghampirinya dan menyuntikkan obat bius pada Rei.


Rei tidak bisa merasakan apa-apa. Efeknya sama sekali tidak terasa padanya. Bahkan walaupun setelah isi cairannya habis.


"Louis…" gumam Rei pelan. Ia menoleh ke arah dimana lelaki itu semula berada. Tapi begitu sadar, Rei tidak bisa menemukannya di manapun.


Louis menghilang.



Tidak! Louis… Rei mengedarkan pandangannya ke sekeliling, dan dia tidak bisa menemukannya dimana pun.


Jangan tinggalkan aku!


Rei terus memberontak sekuat tenaganya.


"Sial! Obatnya sama sekali tak berefek!" ujar salah satu penjaga dengan wajah panik.


"Apa? Bagaimana bisa?"


"Arghh!!!" Rei dengan sekuat tenaga memberontak hingga membuat para penjaga kewalahan. Mereka semua sampai terjatuh dari posisinya.


Rei beranjak bangun dari tempatnya.


Louis…


Rei terus mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Ia berlari menuju arah tebing tadi, berharap bisa menemukan Louis di sana.


"Apa yang kalian lakukan? Cepat tembak, jangan diam saja!" teriak salah satu penjaga pada yang lainnya.


Mereka lalu mulai bergerak mengarahkan senapan mereka ke arah Rei.


Dorr! Dorr!


Tubuh Rei di tembak berulang kali. Punggungnya sampai mengeluarkan darah saat mereka menembaknya.


"Arghhh…" Rei meringis menahan sakit. Ia menarik setiap peluru yang tertancap pada tubuhnya.


"Cepat tangkap dia!"


Rei terdiam tanpa kata. Ia sungguh tidak bisa menemukan Louis di manapun.


Kemana dia pergi? Kenapa dia menghilang? Louis?


Rei merasa semakin sesak. Ia benci ketika setiap orang yang disayanginya harus selalu menghilang.


Apa yang harus aku lakukan? Kemana aku harus pergi?


Aku tidak boleh sampai tertangkap! Aku harus bisa melarikan diri.


Para penjaga semakin mendekat ke arah Rei. Membuatnya semakin kehabisan jalan untuk melarikan diri.


"Sekarang kau di kepung, lebih baik kau serahkan dirimu atau—bodoh!" pekik salah satu penjaga. Mereka membelalakkan mata saat Rei tiba-tiba saja berbalik dan melompat tanpa rasa takut.


Semua orang melongo dibuatnya. Mereka bisa mendengar suara tubuh Rei yang jatuh ke dalam jurang.


"Sial, dia melompat!"


"Cepat turun! Tangkap dan jangan sampai dia lolos!"


Orang-orang mulai bergerak. Turun dari sana secara perlahan, berusaha mengejar Rei yang mencoba melarikan diri dengan lompat dari jurang.


Sementara itu, Rei terus menggelinding. Tubuhnya terus terjatuh menghantam tanah


Tangannya berusaha berpegangan pada tanaman di sekitarnya. Tapi jurang yang terjal membuat Rei tidak bisa berhenti. Tubuhnya terus bergerak dengan kecepatan yang benar-benar tidak bisa ia hentikan.


Brukk!


Rei tersungkur.


...***...