
...***...
"Lucy, aku menangkap pergerakan dari mereka." Ethan berbicara di seberang sana hingga membuat Lucy dan Aland yang sejak tadi mengawasi di dua tempat berbeda spontan bergerak mengintip ke arah beberapa gedung di sekitar mereka.
"Benarkah di mana?" tanya Lucy sembari menatap satu persatu gedung yang ada di sana.
"Dari sinyal asing yang berhasil aku retas, sinyalnya berasal dari gedung ke dua dari arahmu."
"Gedung kedua? Di mengerti." Lucy bergerak menuju gang, menekan tombol yang ada pada bagian kepala ikat pinggang dan mengarahkannya ke pada bagian atas balkon yang di lihatnya.
Sebuah tali terlontar dengan pengait yang seketika terikat di sana. Dalam satu gerakan, tubuhnya seketika terangkat ke atas sana.
Lucy mendarat dengan kedua kakinya. Ia segera menghampiri dinding, bergerak di antara pipa dan memanjat hingga akhirnya tiba di atas gedung.
Tiba di atas, ia sedikit menunduk menatap ke arah dimana Aland berada. Mereka memberikan kode satu sama lain sebelum akhirnya Lucy mulai bergerak menuju sisi lain atap gedung guna melihat gedung kedua yang di maksud Ethan.
"Aku melihat gedung yang kau maksud." Lucy menatap ke arah gedung yang di maksud Ethan.
"Al, apakah kau melihat bergerak di bawah sana?" Lucy beralih pada Aland.
"Sejauh ini aku tidak melihat apapun. Tapi tunggu." Aland terdiam sejenak. Lucy menoleh pada lelaki di bawah sana.
Aland menatap ke arah pintu, menggunakan lensa kontak yang terpasang pada kedua matanya dan mengaktifkan mode memperjelas penglihatannya. Scanning bagian dalam gedung.
"Aku melihatnya. Target kita keluar dengan beberapa orang, dia membawa koper. Tapi aku tidak tahu apa isinya."
"Kalau begitu bersiaplah. Kali ini, kita tidak boleh sampai kehilangan jejaknya! Apapun yang terjadi, kita harus bisa menangkap target kita dan menemukan Am!"
"Baik." Aland bergerak menekan sebuah tombol pada jam di pergelangan tangannya. Layar hologram tampak keluar dari jam tersebut, lelaki itu menekan beberapa tombol dan mengaktifkan mode pesawat otomatis pada mobil miliknya yang sebelumnya telah ia persiapkan.
"Target bergerak!" ujar Ethan.
"Al, kita bertemu di jalan."
"Baik," sahut Aland.
Lucy bergerak. Ia segera menekan tombol di tas selempang yang ia kenakan. Tas selempang kecil itu, berubah menjadi tas punggung.
Lucy menekan tombol lain hingga membuat sayap di bagian kiri dan kanannya muncul dengan pendorong turbo pada bagian bawah tasnya.
Kakinya bergerak menendang pelan bagian belakang boot heels yang ia kenakan hingga tombol yang ada di sana tertekan dan memunculkan pendorong turbo pada sepatunya. Ia melakukannya bergantian hingga kedua pendorong itu muncul.
Lucy bergerak, tubuhnya perlahan melayang di udara dan dalam satu gerakan. Ia segera terbang, melaju mengikuti mobil yang menjadi targetnya.
Di bawah sana, Aland bergerak dengan mobil sport-nya. Mengikuti mereka dari arah belakang.
"Eth, apakah kau tahu kemana dia akan pergi?"
"Sebentar, biar aku coba lihat rute perjalanannya," kata Ethan yang kemudian sibuk mengetuk di atas papan keyboard laptopnya.
"Mereka di perjalanan menuju bandara, sepertinya mereka akan pergi."
"Bandara?"
"Ya."
"Al, kau membawa perlengkapan kita 'kan?"
"Semua perlengkapan selalu di mobilku."
...***...