Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 617 - Miles



...***...


Glup!


Mereka semua menelan ludahnya susah payah. Entah kenapa, aura yang keluar dari tubuh Rei tampak menyeramkan bagi mereka.


Brakk!


Dalam satu kali gerakan tangan, Rei menghempaskan tubuh Miles ke arah dinding. Melemparkannya seperti barang.


Para penjaga menoleh ke arah dimana Miles dilemparkan, dan mereka seketika membulatkan mata begitu melihat lelaki itu telah berlumuran darah dalam keadaan tewas.


Dinding yang tadinya rata bahkan sampai meninggalkan jejak retakan kecil dan sebuah percikan darah yang perlahan mengalir turun ke lantai hingga mencapai kepala dari jasad lelaki itu.


"P-profesor…"



Tubuh para penjaga langsung bergetar hebat. Mereka semua gemetar ketakutan melihat Rei yang begitu dengan mudahnya menewaskan lelaki itu.


"Arghhh!!!" Rei mendekat ke arah mereka. Mendorong beberapa penjaga hingga mereka terpental ke arah dinding.


Beberapa penjaga mulai berlarian berusaha menyelamatkan diri. Sementara beberapa di antara yang terkena serangan Rei berakhir dengan penuh darah.


Rei melangkah keluar. Ia menabrak dinding kamarnya hingga rubuh. Di sana, ia menatap ke segala arah.


Ia melihat lorong dimana para penjaga mulai berlarian saat mendengarnya keluar dari dalam sana.


"Louis…" gumam Rei. Ia berusaha mencari lelaki itu. Lalu secara samar-samar, dia melihat Louis yang melangkah di sepanjang lorong.


Rei segera berlari mengikutinya dari arah belakang. Ia berusaha mengejar Louis yang kini terus melangkah.


Tak tinggal diam, para penjaga terus berdatangan berusaha untuk menghentikannya. Mereka menembak Rei berulang kali dengan obat bius.


"Kejar dia! Jangan sampai dia lepas!" teriak salah satu penjaga.


"Aku harus menghubungi profesor Martin!" gumam Arleta dengan wajah panik. Ia segera menghubungi lelaki itu dengan menggunakan telecosys miliknya.


Jangan tinggalkan aku…, batin Rei sambil terus melangkah mengikuti Louis yang dilihatnya dari arah belakang.


Bayangan itu membawa Rei keluar dari dalam menara. Di luar, para penjaga sudah berkumpul dan berusaha untuk melumpuhkannya. Tapi seperti yang sudah-sudah, mereka gagal melumpuhkannya.


Rei bukanlah tandingan mereka. Terlebih lelaki itu adalah proyek istimewa profesor yang kemampuannya lima sampai enam kali dari evolver biasa.


Rei berlari mencari jalan keluar. Tapi sialnya, ia malah berlari menuju arah tebing.


Rei menghentikan langkahnya, tepat saat dirinya hampir melangkah. Ia terdiam dengan napas terengah-engah.


"Tuan!" Louis menarik lelaki itu dan menyadarkannya dari segala bentuk kendali dari serum Evolgesysv-01.


"Louis…" Rei terdiam memandangi lelaki yang kini menangis menatapnya.


"Iya…, ini aku. Louis," gumamnya.


"Jangan seperti ini. Aku mohon, kembalilah seperti tuan yang aku kenal." Louis mengguncang pundaknya.


"Di sana!" Fokus mereka beralih saat beberapa penjaga mulai kembali mengejar mereka.


Sekali lagi, para penjaga berusaha untuk menyerang dan melumpuhkan Rei.


Louis yang melihat itu langsung bergerak melindungi Rei. Memposisikan tubuhnya di depan guna menahan semua serangan para penjaga.


"Louis…"


"Kita tidak bisa terus di sini. Kita harus pergi," gumam Louis.


"Ayo lari!" Louis menarik tangan Rei dan berusaha membawanya pergi. Tapi baru satu langkah, dia melihat para penjaga sudah mulai bergerak mengepung tempatnya berada. Memojokkan dirinya dan Rei yang kini berada di belakangnya.


"Sekarang kau tidak akan bisa lari lagi!" Para penjaga.


...***...