Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 653 - Persaudaraan Joe dan Derek



...***...


"T-tapi... bukankah kau bilang kau berusaha menyelamatkanku? Bagaimana kau melakukannya? Jangan bilang kalau kau menangkap Elvina dan William lalu menyerahkannya pada profesor?" Derek menatap Joe dengan ekspresi cemas. Ia takut Joe telah mengorbankan orang lain hanya untuk bisa menyelamatkannya.


"Tidak."


"Huh?" Derek mengerutkan kening. Joe lantas menjelaskan apa yang telah terjadi, tentang bagaimana dia berhasil menangkap William lalu membebaskannya, dan bagaimana cara dia bergegas melarikan diri untuk menyelamatkan Derek. Semuanya dia jelaskan sedetail mungkin hingga adiknya itu mengerti kejadiannya.


"Jadi, kau telah berkhianat?"


"Setidaknya aku bisa bersamamu, dan aku mengerti apa yang selama ini kau maksud. Aku tahu, selama ini aku telah mengambil keputusan yang salah. Seharusnya aku membantumu dan melindungimu seperti yang seharusnya, bukan malah menentangmu ketika tahu kau berusaha untuk melawan profesor. Maafkan aku..."


"Aku senang kau sudah sadar, setidaknya itu saja sudah cukup untukku." Derek tersenyum simpul.


"Terima kasih, kau memang adikku yang terbaik."


Dorothy terdiam menatap kedua kakak beradik itu. Keduanya saling mencoba memahami satu sama lain dan menjelaskan semua yang mereka alami tanpa ada yang di tutup-tutupi, hal ini membuatnya merasa terharu akan persaudaraan mereka.


"Omong-omong, kau bilang Elvina dan yang lainnya di sini kan? Bolehkah aku bertemu mereka?"


"Tapi kondisimu belum membaik. Akan lebih baik kalau kau beristirahat di sini dulu, nanti baru kau bertemu mereka."


"Aku sungguh sudah baik-baik saja. Lagipula, aku juga ingin bertemu dengan yang lainnya. Selain pada Dorothy, aku juga ingin mengucapkan terima kasih pada mereka yang mau membantumu saat sedang kesulitan."


"Kau yakin baik-baik saja?"


"Ya. Bolehkan?" Derek berusaha meyakinkan Joe. Ia sungguh ingin menemui yang lainnya untuk berterima kasih pada mereka sekaligus meminta maaf pada Elvina dan William atas apa yang telah dilakukan Joe selama ini.


"Baiklah kalau kau memang sudah merasa baikan. Aku akan membantumu menemui mereka."



Waktu berlalu, dan malam semakin larut. Walaupun demikian, tapi mereka masih terjaga. Setelah makan malam bersama, Rei dan yang lainnya terduduk di depan api unggun seraya mengobrol, membicarakan beberapa hal.


Hanya sebagian penduduk saja yang duduk bersama mereka, sementara yang lainnya sudah terlelap dalam tidur mereka.


"Kalian sudah menemukan rekan kalian, dan Rei juga sudah di temukan. Apakah itu artinya kalian akan pulang?" tanya Daisy pada Lucy, dan yang lainnya.


"Tidak. Kami tidak bisa pulang semudah itu."


"Benar." Elvina menimpali kalimat Lucy.


"Kenapa?" Fero menatap mereka dengan raut wajah bingung. "Bukannya alasan kalian untuk tetap di sini sudah tidak ada lagi? Kalian sudah bebas dari para penjaga dan profesor, jika kalian terus di sini, kalian akan bernasib sama seperti kami."


"Itu karena tugasku dan Liana belum selesai," ujar Rei yang diangguki oleh wanita pirang itu.


"Memangnya tugas apa yang kalian miliki sampai membuat kalian tidak bisa pergi?"


"Andrich dan Melinda telah menculik kekasih Rei, dan itulah kenapa kami harus tetap di sini. Kami harus membebaskannya."


"Jadi maksud kalian, kalian akan pergi ke laboratorium?" Hera menatap mereka dengan raut wajah terkejut. Rei dan yang lainnya hanya mengangguk pelan sebagai jawaban.


"Tapi itu terlalu berbahaya! Kalau kalian sampai tertangkap, maka kalian tidak akan pernah bisa keluar lagi!"


...***...