
...***...
Cato membuka pintu kamarnya secara perlahan. Hal pertama yang dilihatnya seketika membuat lelaki itu mematung di tempatnya. Ia sungguh terkejut, sekaligus tidak percaya dengan apa yang kini sedang terjadi di dalam sana.
Dorothy, tengah berdiri di depan meja komputernya sambil menatap kosong pada layar komputernya yang kini menampakkan halaman email yang baru saja diterimanya. Namun tak lama begitu mendengar suara pintu terbuka, wanita itu langsung menoleh ke arah Cato yang baru saja tiba.
"Apa maksud semua ini?" Kalimat itu terlontar begitu saja saat Cato baru saja melangkah masuk ke dalam ruangannya. Wanita itu sedikit menyingkir, menampakkan layar komputer yang ada dihadapannya. Cato hanya bisa diam tanpa kata. Otaknya berputar mencari jawaban yang tepat untuk menjadi alasan. Sayangnya Dorothy tak memberikannya kesempatan. Wanita itu langsung mendekat ke arahnya dengan penuh emosi dan mata yang berkaca-kaca. Tampak jelas bahwa wanita itu telah membaca semua isi email-nya. "Kau tidak mau mengelak? Selama ini semua orang kebingungan mencari anak mereka yang hilang, bahkan sampai Meredith juga tidak pernah bisa tidur dengan nyenyak. Tapi kau? Ternyata selama ini kau diam karena kau berusaha menutupi semua kebusukanmu ini? Selama ini ternyata yang ada di balik semua itu adalah kau?! Aku sungguh tidak menyangka. Bagaimana kau bisa melakukan semua ini? Apakah kau tidak melihat bagaimana hancurnya orang tua di luar sana yang tahu anak mereka hilang? Apakah kau tidak membayangkan bagaimana kalau hal itu sampai terjadi padaku, atau padamu?"
Dorothy emosi bukan main. Rasanya sangat tidak bisa dipercaya suaminya sendiri bisa melakukan semua ini. Berada di balik kasus penculikan yang bahkan sampai sekarang menjadi perhatian banyak orang. "Apa yang sebenarnya kau pikirkan? Jawab aku, jangan hanya diam saja!"
Wanita itu mengepalkan kedua tangannya, memukul-mukul keras dadanya. Tapi lagi-lagi Cato hanya diam. Kali ini bukan untuk mencari jawaban untuk menjadi alasan, namun dia pikir ini sudah saatnya Cato membongkar semuanya. Lagipula tidak ada jalan mundur. Dorothy sudah terlanjur mengetahui semuanya. "Aku minta maaf…"
"Aku tidak punya pilihan lain. Ini semua adalah rencana Miles dan Martin. Aku hanya membantu mereka. Awalnya aku sudah menolak, tapi mereka terus membujukku…"
"Dan kau berubah pikiran? Memangnya kau tidak pernah berpikir seberapa besar resiko yang nanti akan kau tanggung? Dan apa yang sebenarnya kalian rencanakan dengan menculik semua anak itu, huh?"
"Miles dan Martin menciptakan sebuah serum evolusi untuk mengubah sistem genetik dalam tubuh manusia menjadi lebih sempurna. Dengan serum itu, manusia akan memiliki banyak kelebihan yang melampaui batas-batas mereka, bahkan mereka akan memiliki kekuatan melebihi manusia biasa."
Dorothy terdiam untuk sesaat. Tubuhnya seolah kehilangan keseimbangan. Wanita itu jatuh terduduk di kursi yang ada di belakangnya. Mendengar ucapan Cato barusan seketika membuatnya teringat akan kejadian beberapa waktu lalu ketika Martin tiba-tiba saja menghubunginya dan menanyakan tentang kondisi vital normal pada manusia, khususnya anak-anak. Dan kondisi seperti apa yang cocok untuk menjalankan sebuah operasi besar.
Wanita itu sungguh tidak percaya. Semuanya kini menjadi jelas, tentang alasan kenapa Martin menanyakan hal itu padahal padanya, padahal mereka bahkan tidak memiliki anak sama sekali.
...***...