
...***...
"Kenapa kau terus mempertanyakan masalah ini? Biarkan ini menjadi masalahku kalau kau memang tidak ingin ikut campur dengan permasalahanku."
"Aku melakukan ini karena aku peduli pada Meredith dan suaminya. Memangnya kau tidak lihat betapa hancurnya wanita itu saat tahu anaknya di culik?"
"Tapi dia senang kan melihat putrinya bisa kembali? Itu intinya, tidak peduli itu adalah sungguh anaknya atau bukan. Yang terpenting anak itu benar-benar mirip dengan Lusia, dan itu sudah cukup."
"Jadi benar, dia bukan Lusia yang asli?" tutur Dorothy yang seketika membuat Cato bungkam tak bersuara. Jebakan wanita itu sungguh tepat sasaran, walaupun sebenarnya dia sama sekali tidak berniat untuk membuat Cato mengakuinya sendiri seperti ini. Tapi pembicaraan mereka tanpa sadar malah membuat lelaki itu jatuh dalam jebakan yang tak disadarinya sama sekali. "Kenapa kau diam? Jadi benar, dia bukan Lusia yang asli, huh? KATAKAN PADAKU!"
"IYA!" teriak Cato yang semakin terpojokkan. Dorothy langsung diam begitu mendengar pengakuannya. Kini jawabannya terjawab, apa yang dia curigai itu benar. Lusia yang di bawa Cato bukanlah Lusia yang sebenarnya. Melainkan Lusia lain yang memiliki wajah yang sungguh mirip dengan anak itu. "Dia memang bukan Lusia yang asli. Seperti yang kau tau, Lusia yang asli memang sudah tewas saat itu juga, dan kau benar. Aku memang tidak bisa menghidupkan orang yang sudah mati."
"Aku tidak menjadikan anak manapun sebagai gantinya. Dia memang bukan Lusia yang asli, dan aku juga tidak menjadikan anak manapun sebagai penggantinya. Karena aku yang menciptakannya."
"A-apa?" Dorothy termangu, ucapan Cato sungguh tidak bisa dia mengerti. Cato yang menciptakannya? Kali ini hal tidak masuk akal apa lagi yang dibicarakan oleh lelaki itu?
"Kau tahu? Aku yang menciptakannya. Lusia yang sekarang bersama dengan Meredith adalah Lusia hasil kloning yang aku ciptakan. Hebat bukan? Aku jenius kan? Aku tidak perlu repot-repot menjadikan anak lain sebagai gantinya. Karena belum tentu anak itu memiliki sifat dan perilaku yang sama dengan Lusia yang asli. Tapi dengan kloning yang aku ciptakan, dia benar-benar sempurna. Lusia yang bersama mereka memiliki DNA yang seratus persen cocok dengan Meredith dan suaminya, selain itu dia juga memiliki sifat dan karakter yang benar-benar mirip dengan Lusia yang asli. Jadi tidak akan ada yang tahu, dan tidak akan ada yang sadar bahwa anak itu adalah hasil kloning dari DNA nya. Dan kau tahu apa yang lebih baiknya lagi? Aku berhasil menciptakan kloning manusia pertama di dunia!"
Plakk!
Dorothy mendaratkan sebuah tamparan di wajah lelaki itu. Tamparan yang begitu keras hingga pipinya membekas dengan tanda merah. Tangan Dorothy bergetar hebat, jantungnya pun berdebar tak karuan, dan matanya berkaca-kaca. Dia syok bukan main saat mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Cato. Lelaki itu sungguh sudah kehilangan akal sehatnya. "Kau gila! Kau benar-benar gila... Bagaimana mungkin kau melakukan semua itu? Apakah kau sadar, bahwa ini sudah lebih dari sekedar ilegal!"
...***...