Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 420 - Kau terlalu gegabah!



...***...


"Apa yang sebenarnya kau lakukan selama ini? Kenapa aku sama sekali tidak bisa menghubungimu?" pekik pria itu pada Andrich yang berdiri dihadapannya.


"Maafkan aku tuan, aku benar-benar tidak bisa menggunakan telecosys milikku karena ada kerusakan yang terjadi pada sistemnya dan sedang berusaha di perbaiki oleh profesor," jelas Andrich.


"Pantas saja. Aku ingin memintamu untuk mempercepat penangkapan pada target kita, aku ingin secepatnya kau menangkap pria yang waktu itu kau lihat dan gadis yang aku perintahkan! Kau harus bisa menangkap mereka, secepatnya!"


"Baik, tuan. Aku akan secepatnya menangkap mereka. Kebetulan aku sudah berhasil membangun kepercayaan diantara keduanya, dan aku hanya tinggal mencari momen yang tepat untuk menangkap keduanya."


"Tidak perlu menunggu, kau tangkap saja mereka. Tidak masalah kalau mereka berusaha melawan atau mengetahui identitasmu. Aku ingin mereka berada di laboratorium sebelum aku memulai proyekku dan profesor."


"Baik, tuan." Andrich hanya bisa mengangguk. Ia enggan untuk bertanya apa sebenarnya rencana dari tuan dan profesor mengumpulkan mereka secepatnya. Baginya, menangkap Rei dan Lusia adalah tugas utama yang wajib ia kerjakan.


Di sisi lain. Lucy dan Aland yang baru saja tiba di tempat itu, segera melangkah keluar dari dalam mobil.


"Lou! Jangan gegabah!" Aland berusaha menghentikan langkah rekannya yang mendadak melompat keluar dari dalam mobilnya.


Tidak ada waktu, kalau aku terus mengulur dan mengendap-endap, maka akan selamanya kita gagal menangkap dia, batin Lucy.


Ia memasang thorny bites miliknya, mengangkat benda itu dan terus berjalan ke arah dimana target mereka berada.


Dorr! Dorr! Dorr!


Tembakan beruntun Lucy layangkan ke arah targetnya yang berdiri dengan seorang pria berpakaian serba hitam di sana.



Andrich yang notabenenya memiliki kemampuan merasakan energi seketika menoleh ke arah datangnya peluru.


Tangannya bergerak mengibas udara yang dalam sekejap membuat peluru Lucy berjatuhan di tanah bersemen.


"Ada yang berusaha mencelakai tuan," katanya pada tuannya.


"Kena kau! Kali ini, aku tidak akan membiarkanmu lolos!" teriak Lucy dalam bahasa Inggris.


Andrich mengerutkan keningnya bingung, sementara tuannya tampak sedikit terkejut akan kedatangan wanita itu yang tiba-tiba.


Pria itu tersenyum simpul begitu melihat Lucy berdiri beberapa meter dengan kedua tangan yang terangkat, menodongkan thorny bites miliknya ke arah mereka.


"Tuan mengenalnya? Apakah dia juga evolver?" tanya Andrich.


"Aku kenal dengannya. Dia bukan evolver, lebih tepatnya adalah calon evolver. Projects istimewaku dan profesor yang sampai saat ini belum bisa aku tangkap."


"Apa?!"


"Tapi, kenapa dia bisa berada di sini? Apakah agen LGE lagi-lagi gagal menangkapnya? Kenapa dia bisa ada di Indonesia? Sepertinya mereka memang tidak becus menangkap mereka."


"Memangnya, dimana seharusnya dia, tuan?"


"London."


Aland melangkah keluar dari dalam mobil dan berlari menuju arah Lucy yang sudah berhadapan dengannya.


"Lou, kau terlalu gegabah!" bisik Aland pada Lucy.


"Kalau kita terus mengikuti mereka dan mengamati mereka secara diam-diam, maka kita akan terus kehilangan jejaknya," ujar Lucy tanpa menoleh pada Aland yang diajaknya bicara.


"Wah… aku cukup terkejut dengan kedatangan kalian berdua di Indonesia. Bagaimana kalian bisa dengan mudah mengikuti sampai kemari?" Tuan angkat bicara.


"Kau tidak akan bisa lolos lagi. Kembalikan Am!" teriak Lucy kesal.


...***...