Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 422 - Karena dia sepupunya?



...***...


"Bawa mereka hidup-hidup. Terutama wanita itu! Dia adalah projects istimewaku, jangan biarkan dia terluka."


"Baik, tuan." Andrich mengalihkan pandangan pada makhluk dihadapannya.


"Bawa dia hidup-hidup," ujar Andrich yang diangguki oleh makhluk itu.


Lucy berusaha membebaskan diri, sementara Aland yang kebingungan memegangi kedua kaki Aland dengan kuat berharap wanita itu kembali menapakkan kakinya di tanah.


Lucy di cekik hebat olehnya, ia berulang kali memberontak dengan kedua kaki yang di pegang erat oleh Aland yang terus berjuang menarik kaki Lucy.


Makhluk itu marah melihat Aland yang menarik kaki Lucy. Sebelah tangannya yang lain mengibas kaki Aland hingga pria itu terpental dan jatuh di antara barang-barang bekas yang berserakan di dekat bangunan tua kosong yang ada di sana.


Aland meringis menahan sakit. Sekujur tubuhnya benar-benar terasa nyeri akibat hantaman keras pada barang-barang yang berserakan di sana.


"Pegangi dia!" teriak Andrich pada makhluk lain yang sejak tadi hanya berkumpul menatap pertarungan mereka.


Makhluk itu segera bergerak, berlari menghampiri Aland dan memegangi tubuhnya hingga dia tidak bisa bergerak sama sekali.


Ada apa ini? Kenapa tubuhku terasa berat dan tidak bisa digerakkan? Aland membulatkan mata. Berulang kali ia berusaha menggerakkan tubuhnya, sialnya selalu gagal.


"Arghh…" Ia meringis keras sambil terus beruang, tapi suaranya mendadak tertahan seakan-akan ada yang membekap mulutnya.


Andrich tersebut simpul melihat salah satu makhluknya membekap mulut Aland tanpa di perintah.


"Mereka pintar," gumamnya pelan.


"Kau begitu mudah menangkap mereka berdua. Segera bawa mereka ke laboratorium."


"Baik, tuan." Andrich membungkuk.



Elvina baru saja tiba beberapa saat yang lalu di lokasi yang diberikan oleh Rei.


Ia tiba di sana bersama dengan William yang mendadak memaksa ikut karena ingin tahu apa yang terjadi sekaligus ingin melindungi kakaknya, serta membantu kalau-kalau terjadi sesuatu dengan mereka.


Tiba di sana, mereka mendengar suara gedebruk hebat yang berhasil membuat mereka tersentak kaget.


Elvina dan William mempercepat langkahnya hingga mereka melihat Lucy yang melayang di udara dengan Aland yang tertahan di posisinya.


Elvina dan William membulatkan mata mereka. Tampak jelas kalau Aland dan Lucy tidak berdaya untuk menghadapi Andrich bersama tuannya.


"El, lihat! Mereka dalam bahaya. Ayo bantu mereka!" William baru saja hendak melangkah, tapi Elvina lebih dulu menahan langkahnya.


"Jangan gegabah! Kita tidak tahu apa yang terjadi, bagaimana kalau ternyata mereka bersekongkol?"


"Aku yakin tidak! Apakah kau tidak lihat itu? Mereka membutuhkan bantuan."


Elvina diam sejenak, memang benar apa yang diucapkan oleh William. Lucy dan Aland tampak membutuhkan bantuannya. Tapi, kalau mereka membantu keduanya maka sama artinya dengan mereka harus menunjukkan identitas aslinya pada mereka berdua.


"Kalau kita ke sana, sama artinya dengan kita membongkar identitas kita sendiri," gumam Elvina.


"Ayolah, El. Kakakku bukanlah orang yang memikirkan tentang identitasnya dalam keadaan genting seperti ini! Biasanya kau langsung bertindak saat melihat orang yang berada dalam kesulitan, tapi kenapa kau jadi seperti ini? Apakah karena dia adalah sepupunya kak Leon, jadi kau sungkan untuk menolongnya? Kau tidak ingin kak Leon tahu identitasmu yang sesungguhnya kalau kau adalah seorang evolver?" William meluap-luap.


Elvina membenarkan ucapan William lagi.


"Kau benar, tidak seharusnya aku seperti ini," gumamnya.


...***...