Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 373 - Aku pernah bertemu



...***...


Rei, Elvina dan William melangkah turun dari bus yang mereka tumpangi.


Mereka bertiga melangkah menyusuri trotoar agar bisa tiba di perpustakaan yang hendak mereka kunjung.


"Aku ingin membaca buku-buku yang selama ini ingin aku baca," gumam Elvina yang berjalan bersama Rei dan William.


"Aku ingin mencari buku-buku aksi." William membalas.


"Aku akan mencari buku fantasi." Rei menambahkan sembari terus melangkah.


Langkah Rei terhenti ketika kedua matanya secara tak sengaja menangkap dua sosok yang tampak familier baginya.


"Kenapa kau berhenti?" William menoleh saat menyadari Rei berhenti.


Elvina menoleh ke arah yang dilihat Rei dan mendapati sepasang remaja yang berdiri di depan pintu perpustakaan. Keduanya sedang berbicara.


Elvina menyipitkan mata, entah kenapa Elvina merasa kalau ia pernah melihat mereka berdua.


Siapa mereka? Kenapa aku merasa pernah bertemu dengan mereka sebelumnya, tapi dimana? batin Elvina.


"Kau kenal dengan mereka?" tanya William mewakili perasaan Elvina.


"Mereka adalah kedua teman sekelasku. Namanya Melinda dan Andrich," tutur Rei.


"Melinda? Andrich?" ulang Elvina dengan wajah terkejut. Rei menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Kenapa kau sangat terkejut, apa kau pernah bertemu dengan mereka? Kau kenal dengan mereka?" tanya William.


Tak lama, mereka melihat Melinda dan Andrich beranjak pergi dari sana tanpa pernah sadar kalau Rei, Elvina dan William baru saja tiba.



...*...


"El! Kenapa kau malah melamun?" William mengguncang pundak kakaknya saat wanita itu malah melamun.


"Apa yang kau pikirkan?" tanya Rei padanya.


"Aku masih memikirkan tentang dua orang tadi," balasnya.


"Melinda dan Andrich? Apa yang sebenarnya kau pikirkan? Apakah kau benar-benar kenal dengan mereka?" William tak bisa membendung rasa penasarannya.


"Aku baru ingat kalau aku memang pernah bertemu dengan mereka, sebelum tadi," ungkapnya.


"Dimana kau pernah bertemu dengan Melinda dan Andrich?" Rei menutup buku yang sedang di bacanya saat Elvina menampakkan raut wajah serius.


"Mereka bukan manusia biasa. Mereka evolver, sama seperti kita."


"Benarkah? Darimana kau tahu?"


"Aku ingat betul wajah mereka yang terasa familier bagiku, karena saat mereka menangkapku satu tahun yang lalu… profesor sempat membawaku ke laboratoriumnya, dan aku melihat mereka berdua di dalam tabung sedang menjalani masa inkubasi mereka," jelas Elvina.


"Andrich dan Melinda?"


"Ya, dan sepertinya mereka berada di pihak profesor. Kau sebaiknya berhati-hati kalau mereka benar-benar satu kelas denganmu, karena bisa saja mereka di tugaskan untuk menangkapmu sama seperti Joe yang di tugaskan untuk menangkapku dan William."


"Itu akan gawat kalau profesor benar-benar mengirimkan orang untuk menangkapmu juga Rei, itu artinya mereka berusaha mencari tahu apakah kau benar-benar evolver seperti kita atau bukan, atau mungkin bisa saja mereka berusaha untuk menangkapmu untuk pemasangan chip yang sama dengan aku dan El," komentar William.


Rei terdiam berusaha mencerna setiap ucapan Elvina dan William yang memintanya untuk berhati-hati dalam menghadapi Melinda dan Andrich.


"Baiklah, aku akan lebih berhati-hati dengan mereka," kata Rei.


"Rei!" panggil seorang gadis yang dalam sekejap menyita perhatian mereka bertiga.


"Lusia? Gloria?" Rei bangkit dari duduknya saat menyadari gadis itu di sana. "Kalian sedang apa di sini?"


"Kami baru selesai berbelanja dan mampir sebentar untuk meminjam buku."


...***...