
...***...
"Jadi kalian adalah evolver?" Nils masih tidak menyangka dengan apa yang kini dihadapinya.
"Ya, seperti yang kau lihat. Tapi, hanya aku, Elvina dan William saja. Sementara Liana dan Aland hanyalah orang biasa yang mengetahui tentang kekuatan kami."
"Aku benar-benar tidak menyangka kalau kau ternyata adalah evolver. Padahal kita telah tinggal selama berbulan-bulan bersama, dan aku baru tahu kalau kau ternyata memiliki kekuatan. Pantas saja, kau tiba-tiba muncul dalam keadaan hilang ingatan. Seorang remaja tanpa identitas, kupikir semuanya jelas sekarang."
"Aku juga tidak menyangka. Aku baru tahu aku punya kekuatan setelah aku bertemu dengan Elvina dan William. Selain itu, aku tidak menduga kalau ternyata kau juga adalah seorang evolver sama seperti kami."
"Itu karena selama tinggal dengan bersama, aku selalu berusaha menyembunyikan kekuatanku darimu. Kupikir kau adalah manusia biasa yang tidak seharusnya terlibat dengan urusanku. Maka dari itu, dulu aku menyembunyikan kekuatanku. Tapi sepertinya sekarang sudah tidak perlu lagi."
"Ya, kau benar. Sepertinya memang tidak ada yang perlu kami sembunyikan lagi."
"Tapi, apakah kedatangan kalian ke Tarakan sebenarnya adalah untuk melarikan diri darinya?" Nils mengalihkan pembicaraan. Ia menoleh pada Wyman yang kini terikat dengan mulut dilakban oleh Lucy.
"Tidak. Kami ke Tarakan untuk urusan lain."
"Urusan lain?"
"Kekasihku di culik. Dan lagi, orang yang menculiknya adalah dua orang evolver bernama Melinda dan Andrich. Orang itu juga yang sudah menculik rekan kerja Liana dan Aland di London yang telah hilang setahun yang lalu."
"Apa? Melinda dan Andrich?"
"Apakah kau kenal dengan mereka?" tanya Elvina.
"Mereka adalah orang kepercayaan dari tuan dan profesor."
"Ya, aku tahu. Tapi kalian tidak perlu khawatir, karena aku tidak berada di pihak mereka."
"Apa dia bilang?" tanya Lucy pada Rei. Rei menjelaskan apa yang diucapkan Nils dalam bahasa Inggris.
"Bagaimana kami bisa percaya?" tanyanya kemudian setelah Rei menjelaskannya.
Nils beralih fokus pada wanita berambut pirang itu.
"Sebenarnya beberapa waktu yang lalu aku membantu salah satu temanku. Dia juga seorang evolver, tapi memiliki keistimewaan mengendalikan kesadarannya secara utuh. Aku membantunya melarikan diri dari Indonesia ke Norwegia. Dia menjadi buronan profesor setelah ketahuan berusaha membuat serum penawar untuk melawan serum evolgesysv-03. Ia berusaha keras untuk mengembalikan para evolver kembali seperti manusia murni."
"Apa? Siapa dia? Apakah dia berhasil membuat penawarnya?" tanya Elvina dengan rasa penasaran tinggi.
"Aku tidak tahu bagaimana kabarnya, karena aku harus membatasi komunikasi dengannya agar dia tidak mudah di lacak. Tapi aku yakin, dia berhasil membuat serumnya. Sahabatku itu bernama Derek."
"Derek?"
"Ya. Dia adalah temanku sejak aku masuk ke laboratorium. Kami juga bahkan keluar di saat yang bersamaan. Aku dekat dengannya, dan aku banyak membantunya. Selain itu, aku dipercaya oleh kakaknya untuk memastikan keadaannya tetap aman agar profesor tidak sadar dengan kelebihannya itu."
"Dia punya seorang kakak?" tanya Elvina. Nils mengangguk pelan.
"Kakaknya juga seorang evolver. Tapi dia evolver penjaga, dan namanya adalah Joe."
"Joe?!" Rei, Elvina dan William tersentak kaget begitu mendengar apa yang baru saja di ucapkan oleh Nils barusan.
Nils mengerjapkan mata. Ia benar-benar tidak menyangka reaksi mereka akan sebegitu kagetnya.
...***...