Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 212 - Tidak untuk sekarang



...***...


"Tapi kenapa aku menciptakanmu?" tanya Rei. Kali ini mendadak Louis diam, mengatupkan mulutnya tanpa berniat untuk menjawab. "Kenapa kau diam saja?" ujar Rei setelah beberapa saat hening tanpa suara.


Louis menghela napasnya pelan sebelum kemudian menjawab, "tuan menciptakanku karena tuan membutuhkan seseorang yang selalu ada untuk mendengarkan tuan dan menemani tuan. Karena dulu…"



Louis menggantungkan ucapannya. Ia tiba-tiba diam dengan kepala tertunduk tanpa mau beradu tatap dengan Rei.


Rei memperhatikan wajahnya. Louis mendadak diam dan tak melanjutkan kalimatnya sama sekali, hal itu membuat Rei penasaran tentang apa yang berusaha Louis sembunyikan darinya.


"Karena dulu, apa?" Rei membuyarkan lamunannya.


"Tidak, lupakan saja ucapanku barusan, tuan."


"Kenapa kau tidak ingin melanjutkan kalimatmu? Apakah ada sesuatu yang coba kau sembunyikan dariku?" Rei menatapnya lekat. Ia berusaha membaca isi hati dan pikiran Louis, namun sepertinya gagal karena Rei sama sekali tak dapat mendengar ia berbicara dalam hati dan pikirannya, atau mungkin dia memang tidak sedang memikirkan apa-apa?


"Bukan apa-apa. Aku hanya tidak ingin tuan tahu ini dariku. Seiring dengan berjalannya waktu, tuan akan tahu apa alasan tuan menciptakanku." Louis beradu tatap dengannya.


Entah kenapa tapi aku merasa Louis memang menyembunyikan sesuatu dariku, dan dari nada bicaranya, sepertinya dia berusaha melindungiku dengan tidak menceritakan apa yang terjadi padaku di masa lalu. Tapi kenapa? Memangnya apa yang telah aku lalui di masa lalu? Rei diam dalam lamunannya.


"Selama ini aku selalu ada, tertidur dalam diri tuan. Aku terperangkap di bagian lain diri tuan, selama ini aku hanya bisa menunggu saat yang tepat agar bisa bebas dan terus mengawasi tuan dari sana. Memastikan agar tuan baik-baik saja dan tidak menghadapi semuanya seorang diri."


"Menunggu kau bebas? Lalu bagaimana caranya kau bisa bebas? Apakah lewat mimpi?"


"Bukan. Selama ini, tuan tidak ingat sama sekali dengan apa yang terjadi di masa lalu, dan ingatan mengenaiku juga terhapus. Maka dari itu, aku tidak bisa bertemu dengan tuan. Berkali-kali aku berusaha untuk terhubung dengan tuan, lewat mimpi, tapi aku terus gagal. Sampai akhirnya… kemarin malam aku berhasil menemui tuan dalam mimpi. Aku baru bebas setelah tuan akhirnya menyebut namaku, dan kita kembali terhubung. Aku hanya akan muncul ketika tuan menyebut namaku, dan hanya akan pergi setelah tua memerintahkan aku untuk pergi."


"Kalau begitu, apakah kau tahu apa yang terjadi padaku di masa lalu sampai membuatku hilang ingatan? Aku sudah cek ke dokter dan mereka bilang tidak ada apapun yang membuatku amnesia. Mereka bilang aku baik-baik saja. Apakah kau tahu apa penyebabnya?"


Louis lagi-lagi terdiam merapatkan bibirnya saat Rei menanyakan alasan kenapa ia bisa mengalami hilang ingatan.


"Ini sudah malam, tuan besok harus pergi ke sekolah lebih baik tuan beristirahat." Louis mendadak mengubah topik pembicaraan mereka.


"Kau masih belum menjawab pertanyaanku," ujar Rei yang tak mengindahkan ucapannya.


Louis kembali terdiam untuk sesaat sebelum kemudian menjawab dengan pelan. "Aku akan menjawabnya ketika saatnya sudah tepat, yang pasti tidak untuk sekarang."


...***...