
...***...
Waktu berlalu. Semenjak kepulangan Elvina, orangtuanya menceritakan banyak yang yang mereka alami untuk mencari dirinya dan William yang mendadak hilang selama berhari-hari dengan keadaan mobil yang sudah tidak berbentuk. Orangtua mereka berusaha keras untuk mencari Elvina dan William. Siang dan malam, mereka selalu datang ke pelabuhan untuk mencari mereka dengan bantuan tim SAR. Dan pada akhirnya, setelah menghabiskan waktu hampir satu Minggu lamanya, mereka ditemukan di tengah laut oleh salah satu kapal yang tidak sengaja melintas di dekat mereka.
Salah satu penumpang kapal, melihat mereka yang terjatuh dan masuk ke dalam air. Karena penasaran, mereka akhirnya meminta kepada beberapa penumpang lain untuk membawa mereka. Setelah itu, William dan Elvina dilarikan ke rumah sakit setelah kedua orangtuanya sadar bahwa orang yang mereka temukan adalah anak mereka.
Elvina dan William tak menceritakan apa-apa mengenai apa yang terjadi. Ketika mereka di tanya dengan apa yang sebenarnya terjadi, mereka hanya menjawab kalau saat itu, mereka melihat Rei di bawa menuju kapal oleh seseorang, dan mereka berusaha untuk menangkapnya, namun gagal dan berakhir tenggelam.
Kalau dipikirkan, alasan yang mereka buat memang tidak masuk akal. Tetapi, orang tuanya percaya dengan kebohongan yang mereka buat.
Elvina dan William menyembunyikan apa yang mereka miliki. Kekuatan dan fakta dimana bahwa mereka telah berubah menjadi manusia evolusi yang dikenal dengan sebutan evolver.
Elvina dan William hanya tidak ingin membuat orang tuanya terkejut, kalau mereka menceritakan yang sesungguhnya mereka alami. Kedua orangtuanya pasti tidak akan percaya pada mereka.
Beberapa Minggu setelah keluar dari rumah sakit, Elvina dan William kembali menjalani aktivitas mereka seperti biasa.
Elvina menghadapi ujiannya yang tertinggal, dan William menjalani kesehariannya sebagai anak SMP biasa.
Elvina sempat menemui tantenya untuk menanyakan tentang Rei dan kronologi Rei memutuskan untuk melarikan diri dari rumah. Mereka bertemu dan tantenya menjelaskan semua yang terjadi beberapa jam sebelum Rei pergi dan menghilang entah kemana.
Elvina yang terduduk di meja belajarnya dengan setumpuk buku untuk ujian akhirnya, lantas beralih fokus pada jam yang berada di tepi meja belajarnya.
Pukul sepuluh lebih lima belas menit. Malam begitu tenang di luar sana dengan sinar bulan purnama yang begitu terang.
Elvina menyandarkan punggungnya pada kursi yang ia duduki. Ia benar-benar tidak bisa fokus belajar. Pikirannya terus saja terbebani oleh Rei yang sampai saat ini belum juga kembali.
Tidak ada kabar baik dari polisi yang mencarinya. Elvina sudah berulang kali menanyakan mengenai Rei pada mereka, namun jawaban yang didapatnya hanyalah permintaan maaf dengan gelengan kepala serta raut wajah murung dari si polisi.
"Menyebalkan," gumam Elvina pelan seraya menengadah. Menenggerkan kepalanya pada kursi yang ia duduki.
Rasanya menyebalkan setiap kali, ia ingat akan kata-kata dari polisi dan kalimat serupa yang terus berulang. Semuanya jadi klise, bahkan Elvina mampu membaca gerak bibirnya ketika si polisi menjelaskan mengenai situasi yang terjadi.
Aku tidak akan bisa fokus belajar malam ini. Lebih baik aku pergi mencari udara segar guna menjernihkan pikiranku, pikir Elvina seraya menghela napasnya pelan. Elvina membereskan alat tulisnya. Beranjak dari tempat duduk, dan menghampiri lemari pakaiannya. Ia mencari jaket tebal yang cocok untuk dipakainya keluar, malam ini.
...***...