Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 349 - Mobil sport



...***...


Lucy keluar dari sebuah gedung tua yang terletak di pinggiran kota. Ia berjalan sepanjang trotoar untuk bisa tiba ke tempat dimana ia memarkirkan mobilnya.


Di sudut gang gelap. Lucy menemukan mobil sport hitam miliknya masih terparkir dengan rapi.


Ia melangkah masuk dan duduk di kursi kemudi. Menyalakan benda itu, lantas melaju pergi.


Sepanjang perjalanan, pikirannya terus saja dipenuhi oleh ucapan Garmond setahun lalu.


Lucy sedikit resah. Pasalnya ucapan Garmond sudah menghantui dirinya semenjak kasusnya di mulai. Kasus yang ia dan timnya tangani, hanya saja mendapatkan masalah saat proses penyelidikan.


Beberapa kali dirinya bertemu dengan sekelompok orang yang berusaha menangkapnya. Beruntung ia berhasil melawan, dan meloloskan diri.


Namun, semua itu tak berakhir sampai di sana. Semenjak kejadian itu, salah satu rekannya hilang, Lucy terus dipertemukan dengan sekelompok lelaki itu, bahkan sampai saat ini.


Nico akhirnya memerintahkan dirinya dan Aland untuk menangani kasus ini berdua. Setelah di selidiki, ternyata kasusnya lebih rumit dari yang mereka bayangkan.


Mereka mengumpulkan seluruh informasi dari seluruh kota London, bahkan lebih dari itu. Mereka mengumpulkan informasi dari segala penjuru Britania Raya, dan yang mereka dapatkan adalah kasus luar biasa.


Sekitar ratusan ribu orang di negara mereka juga hilang tanpa jejak.


Lalu informasi lain, mereka dapatkan, ternyata bukan hanya di Inggris. Melainkan di seluruh penjuru dunia.


Di berbagai negara juga mengalami hal serupa. Kasus yang mereka tangani seperti sebuah wabah virus yang melanda seisi alam semesta.


Lucy dan Aland masih berusaha memecahkan kasus ini, berusaha mencari kemana ratusan korban itu menghilang tanpa jejak. Tapi hasilnya nihil. Sampai saat ini, bahkan sampai sebagian dari mereka telah kembali, Lucy dan Aland tak kunjung menemukan sedikitpun titik terang mengenai kasus yang mereka tangani.


Mereka sudah berusaha mencari informasi, dan mengumpulkan kesaksian dari para korban. Tapi yang terjadi justru, para korban tutup mulut dan enggan untuk membahas mengenai kasus ini.


Lucy menghela napas panjang, memikirkan misinya membuat Lucy benar-benar merasa lelah.


Brakk!



Cepat-cepat ia menggerakkan stirnya, menahan agar kembali stabil seperti sebelumnya.


Lucy menoleh ke arah samping dimana mobil yang tadi menabraknya, sialnya mobil itu bergerak perlahan.


Siapa mereka? Apa yang mereka inginkan? pikir Lucy sembari menoleh ke arah mobil yang kini berada sejajar dengan mobil miliknya.


Lucy mempercepat laju mobilnya. Diluar dugaan, mobil dibelakangnya kembali menabrak bagian bumper belakangnya hingga membuat mobil Lucy tersungkur ke depan.


Brakk!


Lagi. Mereka kembali menabrak bumper belakangnya. Lucy semakin menancap gas berharap bisa menghindar dari mereka. Sialnya entah kenapa laju mobilnya tertahan tanpa sebab.


Mobilnya tertarik ke arah belakang, bergerak mundur melawan keinginannya.


Ada apa ini?! Kenapa seperti ini? Lucy mulai panik dan terus berusaha menginjak pedal gasnya. Belum sempat ia berhasil lolos, mendadak mobil di belakang kembali menabraknya dengan kecepatan tinggi.


Brakk!


Dentum keras terdengar, mobil yang di tumpangi Lucy sampai terpental jauh ke depan. Berputar di udara, sebelum kemudian terguling dengan suara yang terdengar amat nyaring.


Beberapa orang yang ada di tepi jalan melongok, shock melihat apa yang baru saja terjadi dihadapannya.


...***...