Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 59 - Mascout



...***...


Elvina memindahkan dua benda dari ruang penyimpanan di laboratorium lewat teleport tube, yaitu benda seperti tepung berwarna putih dan sebuah selotip. Ia segera menggunakan kedua benda itu.


Elvina menggunakan benda berbentuk powder tadi, lalu meniupnya ke arah layar LED yang ada. Finger print di sana seketika muncul, Elvina segera menggunakan selotip tadi. Menempelkannya ke arah sidik jari yang tertinggal. Setelah finger print itu, tercetak di selotipnya. Elvina segera melepaskannya, memegang selotip itu dengan posisi yang berlawanan.


Elvina menempelkan kembali selotip di tangannya hingga terdengar bunyi keamanan pintu yang berhasil terbuka.


Satu kunci terbuka, Elvina hanya tinggal membuka kunci lain berupa kode bernomor.


"Berapa kodenya?" gumam Elvina pelan seraya diam memikirkan cara agar pintu bisa terbuka. Ia menatap layar hologram yang ada, di layar dengan angka yang melayang itu, terdapat sembilan digit angka yang harus di isinya.


"Oh, apa jangan-jangan…" otak Elvina bergerak cepat. Tangannya menekan angka-angka yang ada di sana menuliskan sembilan digit angka yang muncul dalam benaknya.



Aku yakin, semua ini ada hubungannya dengan orang-orang yang selama ini aku temui. Kalau dugaanku benar, maka kode yang benar adalah… 101107208, Elvina menekan tombol yang ada. Namun, suara dengan lampu merah yang menyala, menandakan bahwa kodenya salah.


Elvina mengerutkan keningnya. Ia mencoba kombinasi lain dengan kode angka yang serupa. Ia membalik nomor-nomor itu dari arah belakang menuju arah depan.


Elvina merekahkan senyum begitu melihat lampu hijau menyala dengan suara kunci pintu yang terbuka.


Tiba di luar, Elvina menatap ke sisi kiri dan kanan. Memandang sepanjang koridor untuk memastikan keadaan aman. Beruntung sama sekali tidak ada robot android ataupun evolver penjaga yang melintas di sana.


Elvina segera menghampiri ruangan di sebelah ruang isolasinya. Tiba di sana, Elvina melongok ke arah jendela yang ada hingga sosok William tampak di dalamnya.


"Will…" Elvina bergumam pelan. Matanya berkaca-kaca dengan senyuman terukir di wajahnya, tangannya bergerak mengusap kaca yang ada. "Tunggu, aku akan membebaskanmu dan kita lari dari sini," bisiknya.


Elvina menghampiri pintu. Ia berdiri menatap kunci yang ada di kenop pintunya. Ia segera melakukan hal yang sama dengan menggunakan selotip dan powder yang di bawanya. Setelah sidik jari terbuka, Elvina hanya di buat bingung dengan kode nomor yang harus ia masukkan.


"Berapa nomornya? Astaga, aku lupa kalau aku tidak tahu siapa yang menjaga Will." Elvina terdiam sejenak, otaknya berpikir keras. Berharap bisa menemukan kode digit yang tepat.


"Biar aku coba tebak saja," tuturnya pelan. Elvina menulis sembilan digit angka di sana. Tapi, berulang kali nomor yang ia masukkan salah. Tiga bunyi salah, lengkap dengan cahaya merah, tanpa Elvina sadari telah mengundang Moscout, robot berukuran super mini yang berbentuk seperti nyamuk itu, datang untuk mengeceknya.


"Argh! Sial, pintunya sama sekali tidak ingin terbuka," gerutu Elvina dengan raut wajah kesal.


Sekarang apa yang harus aku lakukan? Aku harus bergegas sebelum mereka sadar aku keluar, pikirnya. Elvina mulai mencari cara lain. Fokusnya lalu tersita. Ia menatap kedua telapak tangannya. Ingatannya mendadak tertuju pada tes fisik yang di lewatinya sepanjang hari tadi.


...***...