Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 746 - Naya



...***...


"Kita harus membantu yang lain—"


"ARGHH!!" Dorothy dan Luna spontan menoleh ke arah datangnya suara. Dan begitu mereka menoleh, mereka melihat salah satu penjaga mereka yang sudah di serang hingga berakhir tak sadarkan diri. Hal itu membuat mereka panik. Keduanya bergegas mencoba menghentikan penjaga yang lain, mencoba menyelamatkan teman-teman mereka sebisa mungkin. Namun apa yang terjadi selanjutnya membuat air mata mereka lolos begitu saja.


"Arghhh!!" Teriakan demi teriakan terdengar. Satu persatu teman-teman mereka di bunuh.


"Tidak!" Dorothy dan Luna kembali mencoba membantu mereka. Soalnya para penjaga yang terlalu banyak membuat mereka kesulitan untuk mencapai tempat mereka berada.


Aku harus menyelamatkan mereka! Aku tidak boleh diam saja... Pokoknya bagaimanapun caranya, aku bisa membantu mereka! Dorothy menangis sambil terus mencoba menyerang para penjaga. Begitu juga dengan Luna dan yang lainnya.



"Arghh!!"


"FERO!!!" Luna terbelalak saat menyaksikan pria itu yang juga di serang dengan begitu brutalnya hingga akhirnya tewas. Luna dan Dorothy semakin tidak kuat menahan air mata mereka. Keduanya terus melawan sampai-sampai membuat Dorothy tidak waspada. Salah satu penjaga menyerang Dorothy dari arah belakang hingga membuat wanita itu tersungkur jatuh. Begitu dia jatuh, para penjaga menahan tubuhnya hingga membuat Dorothy tak bisa bergerak. Dia terus memberontak, dan terus mencoba membebaskan diri. Sayangnya setiap usahanya sia-sia.


Dorothy pada akhirnya hanya bisa melihat satu persatu penduduknya mati terbunuh. Dia bahkan melihat bagaimana terbunuhnya Fero, Daisy, Hera, dan yang lainnya.


"Tidak!" Dorothy menangis histeris menyaksikan apa yang terjadi. Sementara tubuhnya masih terus dipegangi oleh para penjaga yang kini menahannya hingga sama sekali tidak bisa bergerak.


Brukk!!


Salah satu penjaga di sana jatuh tak sadarkan diri tepat di kakinya. Luna bergegas berlari menghampiri Hera yang sudah tidak bergerak di sana. Sambil menangis, Luna berusaha memastikan wanita itu. Dia mengguncang tubuhnya sambil berteriak memintanya bangun. Namun sama sekali tidak ada respon darinya yang menandakan dia benar-benar sudah tewas. Luna terisak sambil memeluk tubuhnya.


"LUNA!" Dorothy berteriak dengan suara yang masih berusaha menahan tangisnya. Luna menoleh ke arah Dorothy. Menyadari wanita itu dalam kesulitan, dia berusaha untuk membantunya. Tapi Dorothy malah mengalihkan perhatian Luna ke arah lain. "DI SANA! BANTU DIA!"


Luna menoleh ke arah yang dimaksud oleh Dorothy. Di sana dia melihat salah satu temannya. Gadis kecil yang sedang dipegangi oleh beberapa penjaga. Anak itu berusaha untuk melawan. "Naya!"


Luna bergegas berlari ke arahnya. Berusaha untuk menyelamatkannya. Akan tetapi belum sempat dia tiba di sana, salah satu penjaga sudah lebih dulu menyerangnya. "A-argghh!!"


"Tidak! Naya!!!" Luna melompat. Meninju beberapa penjaga yang memegangi gadis itu hingga mereka tersungkur tak berdaya.


Brukk!


Tubuh gadis itu tersungkur di tanah dalam keadaan sekarat. Luna bergegas menghampiri anak itu sambil menangis. Dia mengangkat tubuhnya, mencoba menguatkannya. "Naya... Bertahanlah..."


Luna memandang gadis itu dengan berlinang air mata.


...***...