Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 750 - Aku adalah kau dari masa depan



...***...


Pyassss!


Cahaya itu bersinar begitu terang dari arah belakang mereka. Hal itu membuat Lusia dan Martin terpecah fokusnya, dan apa yang terjadi membuat para penjaga lepas dari kendalinya. Louis yang menyadari hal itu lantas menoleh ke arah datangnya cahaya. Bersamaan dengan itu, Rei dan yang lainnya juga berbalik menatap cahaya menyilaukan dibelakang mereka. Tak lama, sebuah lubang muncul dan dari cahaya yang mereka lihat, Rei dan yang lainnya bisa melihat bayangan beberapa orang yang berjalan keluar dari lubang itu. Semakin lama bayangan itu semakin jelas sampai-sampai mereka semua bisa melihat sosoknya dengan jelas.


Rei dan yang lainnya melihat tiga sosok berjubah. Enam orang remaja pria, satu orang pria dewasa dan satu orang wanita dewasa lainnya.


Mereka mengerutkan kening. Tiga orang berjubah itu bergerak menghampiri Rei, Elvina, dan William lantas berdiri dihadapan mereka. Begitu mereka semua keluar, cahaya itu lenyap dan mereka semua bisa melihat sosoknya dengan lebih jelas.



Rei, Elvina, dan William termangu melihat sosok yang kini berdiri dihadapan mereka. Ketiga sosok itu mengenakan jubah yang menutupi wajah mereka. Jubah yang mereka kenakan pun berbeda-beda. Pria yang berdiri dihadapan Rei mengenakan jubah berwarna biru, lelaki lain yang berdiri dihadapan William mengenakan jubah berwarna hijau, sementara wanita yang berdiri dihadapan Elvina mengenakan jubah berwarna merah muda.


Semua orang terdiam tanpa kata. Mereka penasaran dengan siapa yang baru saja datang tersebut, sampai akhirnya ketiga sosok berjubah itu melepaskan penutup kepala mereka dan menunjukkan wajahnya.


Rei merekahkan senyum. Begitu juga dengan Louis. Mereka begitu senang saat sadar siapa yang kini berdiri dihadapan mereka. Sementara itu, beda halnya dengan Elvina dan yang lainnya yang justru tampak kaget bercampur bingung melihat mereka.


"Maaf aku datang terlambat," ujar pria itu pada Rei yang terbaring di posisinya. Dia mengulurkan tangannya, membantu Rei untuk bangkit.


"Akhirnya kalian datang..." Rei tersenyum dan langsung menerima uluran tangannya.


"Wanita tangguh tidak akan menyerah begitu saja. Saat dia terjatuh, maka dia akan bangkit lagi dan berjuang untuk menang! Bukankah begitu, Elvina?" Wanita itu menyunggingkan senyum ke arah Elvina sambil mengulurkan tangannya. Elvina masih berusaha mencerna apa yang sedang terjadi. Tangannya perlahan bergerak menggenggam uluran tangannya.


"I-ini nyata...?"


"Kau memang tidak sedang bermimpi," jawabnya.


"Butuh bantuan anak muda?" Lelaki yang berdiri dihadapan William itu mengulurkan tangannya. Alih-alih menerima uluran tangannya, William justru menunjukkan karena terkejut.


"Kau! Kenapa kau bisa memiliki wajah yang sama denganku?!" teriaknya dengan terkejut. Lelaki yang ada dihadapannya hanya terkekeh sembari menarik tubuhnya hingga dia bangun dalam satu kali tarikan.


"Tentu saja, karena aku adalah kau dari masa depan."


"Apa?!" William menatap horor lelaki yang memiliki wajah mirip dengannya itu. Dia sungguh tidak bisa percaya dengan apa yang baru saja dia katakan.


Di sisi lain, beberapa anak muda yang datang bersama dengan mereka bergegas membantu Dorothy dan yang lainnya untuk bisa bangun.


"Rei, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kau tidak tampak terkejut?" tanya Elvina yang berjalan menghampirinya. William dan yang lainnya itu mendekat padanya.


...***...