
...***...
"Gerakkan tanganmu secara perlahan." Evolab111 berucap padanya. Joe menggerakkan sesuai dengan perintahnya. "Bagaimana? Apakah masih terasa sakit?"
"Masih ada sedikit rasa kebas dan nyeri," tutur Joe sembari menatapnya.
"Itu hanyalah efek dari serum penyembuh yang dibuat profesor. Lukamu sangat parah, bahkan profesor sampai cukup kesulitan untuk mencari penawar untuk lukamu. Tapi dia berhasil menemukan penemuan baru untuk menyembuhkan lukamu, memang masih berada dalam proses penelitian dan profesor belum tahu apakah ini ampuh untuk menyembuhkannya atau tidak, yang pasti serum ini membantu beberapa bagian sistem tubuhmu yang sempat terluka kembali pulih secara perlahan-lahan. Pertama-tama bagian kulitmu yang akan lebih dulu sembuh, setelah itu berlanjut pada sistem bagian dalam tubuhmu," jelasnya.
"Baiklah, aku mengerti. Terima kasih karena sudah merawatku selama ini."
"Itu sudah menjadi tugasku sejak awal. Tapi, apakah kau yakin akan kembali bertugas dalam waktu dekat? Kau bahkan belum sembuh sepenuhnya, dari persentasenya saja, kau baru sembuh tiga puluh persen dan sisanya sistem tubuhmu masih berusaha untuk kembali berevolusi dan menyembuhkan diri." Evolab111 menatap layar hologram yang tampak dihadapannya.
"Aku baik-baik saja, sungguh. Lagipula kalau aku berhenti sekarang, mungkin aku tidak akan memiliki kesempatan lagi untuk tetap di sini, dan… ada seseorang yang harus aku jaga." Joe menundukkan kepala.
"Begitu rupanya. Aku tidak bisa menentang keputusanmu, karena aku bukan profesor atau tuan yang bisa menghentikanmu. Lagipula kau adalah evolver penjaga yang memiliki kemampuan pemulihan diri lebih cepat dari evolver lab sepertiku. Baiklah sekarang ayo periksa hal lain, coba gunakan kekuatanmu." Evolab111 mengalihkan pembicaraan.
Joe mengangkat tangannya, ia memusatkan seluruh energinya pada kedua telapak tangannya hingga percikan listrik mulai keluar dari genggamannya.
Evolab111 menatap layar hologram yang tampak di hadapannya. Di layar hologram itu, tampak sistem tubuh Joe yang bereaksi dengan kemampuannya.
Joe menghentikan aksinya saat rasa sakit seperti disengat ia rasakan pada kedua tangannya.
"Kau baik-baik saja? Apakah tanganmu sakit?" tanya Evolab111.
"Ya, seperti disengat oleh sesuatu," tutur Joe.
"Tapi aku tidak bisa menunda-nunda pekerjaanku."
"Terserah kau saja. Kalau begitu aku pergi sekarang, aku harus mengumpulkan semua laporanku ini pada EvolabS181."
"Baiklah."
Evolab111 beranjak dari tempatnya meninggalkan ruangan Joe dan membiarkannya seorang diri.
Tak lama setelah Evolab111 pergi, profesor tiba di sana. Pria itu segera menghampiri Joe untuk membahas beberapa hal dengannya.
"Prof…" Joe membenahi posisi duduknya.
"Aku sudah mengecek semua data-data perkembangan kesehatanmu, dan kau sudah mulai membaik secara perlahan-lahan," ujar profesor yang kini berdiri di tepi ranjang tempatnya terduduk.
"Ya, anda benar prof."
"Tapi apakah kau yakin, kau ingin langsung melanjutkan tugasmu?"
"Aku tidak ingin terus menunda, prof. Lagipula semakin cepat aku bertindak, semakin cepat juga aku menangkap William dan Elvina. Aku tidak mau terus membuang-buang waktu."
"Memang tidak salah aku mempercayakan tugas ini padamu. Kau memang orang yang paling bisa aku andalkan."
"Terima kasih prof karena anda sudah mempercayaiku."
...***...