Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 632 - Louis & memori gelap



...***...


Louis mencoba mencari cara untuk membuka kotak itu. Sekali lagi ia mengitari kotaknya. Tapi Louis sama sekali tidak bisa menemukan celah untuk masuk.


Kotak itu tertutup, hanya ada jendela dengan jeruji, dan tanpa pintu sama sekali. Seolah-olah Rei sudah ada di dalam sana saat kotak es itu dibuat.


Aku tidak bisa mengeluarkannya…


Bagaimana? Aku harus apa?


Louis berusaha memikirkan cara. Ia lalu berenang ke bawah laut itu untuk mengecek mungkin saja adalah celah lain.


Tapi begitu melihat bagian bawah, alih-alih melihat pintu atau semacamnya, Louis malah menemukan rantai lain yang mengikat kotak tersebut.


Louis kembali berenang. Bergerak menuju bawah, mengikuti rantai yang dilihatnya.


Rantai itu mengarah ke bagian dasar laut. Tempat paling dalam dan paling gelap yang ada di dalam sana.


Louis akhirnya menyerah saat ia merasakan tekanan suhu yang begitu rendah. Tapi dari tempatnya sekarang berada, Louis setidaknya bisa melihat bahwa rantai itu mengarah ke tempat yang lebih dalam dari yang dia bayangkan. Tempat yang tidak bisa dijangkaunya.


Louis kembali ke permukaan. Menghampiri kotak tempat Rei terkurung. Begitu ia berdiri di sana, Louis kembali melihat ke dalam kotak.


Louis melihat Rei tak sadarkan diri. Ia berusaha keras untuk menyadarkan Rei.


Melihat Rei yang tak merespon sama sekali, membuat Louis akhirnya berusaha untuk kembali membebaskannya. Ia kali ini benar-benar yakin, bahwa Rei yang ada di dalam sana adalah Rei yang sebenarnya.


Rei yang sejak tadi dicarinya.


Ternyata…, ini alasan kenapa aku melihatnya menangis? Tuan kembali terkurung di dalam sini. Di tempat paling ia takuti.


Samudera keputusasaan. Tempat dimana dia terkurang, terbelenggu, terisolasi selama bertahun-tahun tanpa pernah bisa bebas…


Aku harus mengeluarkannya. Aku harus bisa membebaskannya dari dalam sini…


Louis kembali berteriak. Berusaha menyadarkan Rei yang tidak sadarkan diri.


Setelah cukup lama berteriak, Louis akhirnya bisa melihat Rei yang kini tersadar dan membuka kedua matanya secara perlahan.


"Tuan…, akhirnya kau sadar."


"Louis…"


"Tenanglah, aku akan berusaha untuk melepaskanmu. Aku akan mencoba membebaskan tuan dari dalam sini…"


"Tidak bisa." Rei menggelengkan kepalanya. Raut wajah lelaki itu sejak awal terlihat murung. "Kau tidak akan bisa membebaskanmu."


"Apa maksudmu?"


"Selamanya tidak akan pernah ada yang bisa membebaskanku dari dalam sini kecuali diriku sendiri…"


"Apa? Tapi bagaimana tuan bisa membebaskan diri, kalau tuan sendiri dalam keadaan terikat seperti ini?"


"Suatu saat… aku pasti akan menemukan caranya, Louis…"


"Tapi, tuan…" Louis mengepalkan kedua tangannya erat. Ia melihat Rei tersenyum ke arahnya, walaupun Louis bisa melihat dengan jelas bahwa lelaki itu tersiksa berada di dalam sana.


"Aku benar-benar berterima kasih padamu, Louis. Aku sungguh beruntung bisa memilikimu di sisiku…"


"Tuan…"


Louis tersadar dari lamunannya. Ingatan itu entah kenapa muncul begitu saja saat ia berpisah dengan si kakek roh penjaga. Ingatan tentang kejadian ketika Rei pertama kali ditangkap oleh Miles dan Martin.


Louis terdiam tanpa kata. Pandangannya beralih pada tanaman tempat Rei meninggal.



"Sekarang tuan bahkan tidak akan pernah bisa bebas dari dalam dinding beku itu…"


"Aku tidak bisa membiarkannya… kalau saja aku bisa membebaskannya saat itu…, mungkin tuan bisa tenang…"


...***...