Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 570 - Terjatuh ke laut



...***...


Arleta mengambil beberapa obat bius dalam genggamannya lalu memberikan sisanya pada salah satu rekannya yang kebetulan lewat.


Wanita itu lalu berjalan mengikuti Rei dan teman-temannya dari arah belakang hingga mereka akhirnya tiba di luar.



...*...


Tep!


Rei menghentikan langkah mereka begitu tiba di luar. Keadaan begitu ramai, terutama di bagian jalan keluar. Semua orang sibuk menurunkan para tahanan yang mereka bawa.


"Oh my god! Look!" Lucy membulatkan kedua matanya. Ia melihat ke sisi lain kapal yang mereka tumpangi, dan ada lebih dari lima kapal yang berlabuh di sana. Semua orang di setiap kapal sedang sibuk menurunkan orang-orang yang menjadi tahanan mereka.


Elvina dan yang lainnya spontan menoleh ke arah yang dilihat wanita itu.


"Ternyata ada begitu banyak orang yang mereka culik," gumam Aland dengan wajah tak kalah kagetnya dengan Lucy.


"Lebih dari yang kita bayangkan. Bahkan dari berbagai belahan dunia," balas Elvina.


"What?" Lucy seolah tak percaya dengan ucapannya barusan.


"Ya. Mereka menculik orang-orang tertentu dari berbagai belahan dunia," ucapnya.


"Ini tidak mungkin. Bagaimana mereka bisa menculik setiap orang yang ada di belahan dunia?"


"Mereka punya begitu banyak pasukan," jelas Elvina.


"Teman-teman, itu mereka!" William mengalihkan perhatian Rei dan yang lainnya. Mereka refleks beralih fokus ke arah yang ditunjuk William. Di pelabuhan, mereka melihat Melinda dan Andrich yang tengah berjalan menuju pulau.


"Kita harus mengejar mereka secepatnya!" kata Rei yang diangguki oleh yang lainnya.


"Tapi sekarang bagaimana caranya agar kita bisa ke sana tanpa ada orang yang sadar? Kalian lihat sendiri kan kalau keadaan begitu ramai." William menatap mereka penuh tanya.


"Setuju!" Elvina dan yang lainnya menganggukkan kepala mereka.


Mereka lantas menceburkan diri mereka secara bergantian, dimulai dari William, Elvina, dan Aland.


Saat tiba giliran Lucy dan Rei. Tanpa di duga-duga, Arleta muncul dari arah belakang dan menancapkan suntikan ditangannya tepat ke arah tengkuk Rei.


"Arghh…" Rei mengerang menahan sakit. Ia berusaha melawan, tapi belum sempat dia berbalik guna melawan, tubuhnya sudah lebih dulu terkulai tak sadarkan diri.


"Kena kau!" Arleta berusaha mengatur napasnya yang tersengal.


"Rei!" Lucy berteriak panik. Ia spontan menyerang Arleta dengan kemampuan bela dirinya. Sialnya, Arleta cukup waspada. Wanita itu lebih dulu menyerang Lucy dengan kemampuannya sampai-sampai membuat Lucy terpental dan jatuh ke dalam air.


Menyadari ada yang tidak beres, Aland dan yang lainnya seketika dibuat cemas dengan apa yang terjadi.


"Lou!" Aland segera menghampiri wanita itu untuk memastikan keadaannya. Beruntungnya Lucy masih sadarkan diri untuk menjelaskan apa yang terjadi.


"Rei, dia tertangkap!" paniknya.


"Apa?!" Aland dan yang lainnya spontan mendongak ke arah kapal. Mereka tidak bisa melihat Rei dengan jelas. Arleta sudah menyeretnya lebih dulu menuju sisi lain.


"Gawat, kita harus menolongnya!" Elvina berusaha keras memikirkan cara agar mereka bisa naik kembali ke kapal.


Di sisi lain, Arleta menyeret Rei menuju sisi kapal dimana terdapat sekoci darurat yang biasa mereka gunakan.


Arleta menatap wajah Rei yang kini dalam keadaan tidak sadarkan diri.


"Sudah aku duga kau adalah dia!"


"Aku tidak menyangka kau masih hidup…"


...***...