
...***...
Joe memeluk tubuh Derek erat. Ia kembali menangis saat akhirnya berhasil membebaskan Derek dari dalam tabung itu.
"Derek… maafkan aku. Maafkan aku karena sudah gagal melindungimu…" lirihnya sambil menangis melihat Derek dalam kondisi seperti ini.
"Joe ada di dalam sana!" Suara samar-samar dari para penjaga yang di dengarnya berhasil membuat Joe berubah panik.
"Tidak ada waktu untuk ini," gumamnya. Ia segera melerai pelukannya, dan mulai sibuk melepaskan setiap alat yang terpasang pada tubuh Derek.
Joe bangkit dan meraih kain yang tergeletak tak jauh dari tempatnya berada guna menutupi tubuh polos adiknya.
Joe mengangkat Derek dan menggendongnya di punggung.
Joe bangkit dan segera membawa Derek keluar dari sana lewat pintu rahasia darurat yang tersedia di ujung lorong.
Ia segera keluar dan berlari sepanjang koridor yang tampak sepi.
Aku akan membebaskanmu keluar dari sini dengan selamat. Aku berjanji.
Joe berlari menuju arah tenggara dimana pintu keluar berada.
Tepat ketika dirinya berbelok, sirine keamanan berbunyi dengan sangat kencang. Hal itu membuat semua penjaga dan para robot android yang ada segera bergerak mengejarnya.
Sial! pekik Joe dalam batinnya.
Ia terus berlari walaupun tubuhnya benar-benar terasa lemas. Apapun yang harus dilewatinya, ia tetap harus bisa membawa adiknya keluar dari laboratorium.
"Berhenti kau!" Beberapa orang evolver berteriak dari arah belakang.
Joe menoleh ke belakang. Beberapa penjaga mulai berusaha menyerangnya dengan kemampuan mereka.
Ia mempercepat langkahnya. Beberapa serangan yang para penjaga lancarkan berusaha dihindarinya.
Joe bergerak dari arah yang satu ke arah yang lain. Berbelok dari lorong yang satu ke lorong yang lain hingga menemukan lorong yang kosong.
Ia terus berlari dengan beberapa evolver yang terus berusaha menyerangnya.
Brukk!
Tubuh Joe tersungkur di lantai saat beberapa evolver menyerangnya secara bersamaan dan serangan mereka tidak tertahankan.
Tubuh Derek terhempas jauh dari posisinya.
"Tangkap pengkhianat itu!
"Ayo!"
Semua orang berteriak sambil mempercepat laju mereka.
Joe meringis menahan sakit. Ia berusaha untuk bangkit dengan sisa tenaganya.
Aku harus pergi dari sini! Aku tidak boleh menyerah.
Ia bangun dengan tergopoh-gopoh dan membawa tubuh Derek sebelum penjaga mendekat ke arahnya.
Bzztt!
Joe menyerang mereka balik dengan kemampuannya. Hal itu spontan membuat semua evolver berhenti ketika kepulan asap tercipta begitu percikan listriknya bergoresan secara kasar dengan lantai.
"Mereka melarikan diri!" pekik salah satu evolver begitu kepulan asap itu menghilang dari pandangan mereka.
"Perintahkan semua penjaga yang ada di luar untuk mencegahnya!" titah salah satu evolver yang diangguki yang lain.
Beberapa evolver segera menghubungi teman-temannya dan meminta untuk segera berjaga.
Di sisi lain, salah satu evolver menghubungi bagian kendali untuk menutup segala akses keluar-masuk dari gedung.
Sementara itu, Joe terus berlari dengan membawa tubuh Derek yang kini berada di belakang punggungnya.
Sepertinya mereka sudah tidak mengejarku lagi, pikir Joe yang memperlambat langkahnya.
Ia berhenti sejenak untuk mengambil napas.
"Aku benar-benar lelah," lirihnya dengan napas terengah-engah.
Drrtt…
Mendadak atensinya beralih saat suara dengungan dari dinding terdengar begitu jelas.
Joe mendongak menatap sekeliling. Begitu melihat ke langit-langit lorong, ia menyadari bahwa dinding beton yang menjadi gerbang penutup lorong mulai bergerak turun.
"Sial!" pekiknya dengan kesal.
...***...