Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 259 - Renang



...***...


Gloria berjalan memasuki ruangan lain di gedung olahraga. Entah mengapa teman-temannya berkumpul di ruangan tersebut.


Setelah tiba di dalam, ia segera bergerak menerobos sekumpulan teman-temannya yang berkumpul di tepi kolam renang.


Beberapa orang begitu ramai, bahkan tak sedikit dari teman-teman sekelasnya yang berbisik membicarakan dua orang yang ada di ujung kolam di sana.


Gloria tiba di paling depan. Ia berdiri tepat bersebelahan dengan Heru yang kini juga menatap ke arah dua orang yang tengah mereka bicarakan.


Gloria diam terpaku ditempatnya saat melihat siapa yang tengah mereka perhatian.


"Lusia? Rei? Apa yang mereka lakukan?" gumamnya terkejut. Heru menoleh ke arah Gloria yang baru saja tiba.


"Kau terlalu lama di toilet. Sahabatmu itu menantang Rei untuk tanding renang."


"Apa? Tapi untuk apa?"


"Mereka sudah membuat kesepakatan. Siapa yang kalah harus mengabulkan permohonan yang menang! Lusia bilang dia melakukan itu agar Rei mau berhenti mengganggunya."


"Aish, macam-macam saja dia ini." Gloria tak habis pikir. Ia menggeleng pelan menanggapi penjelasan Heru.



Di sisi lain, Lusia dan Rei sudah bersiap di tepi kolam. Mereka sudah berganti pakaian dengan pakaian renangnya masing-masing.


Lusia terdiam, ia menelan saliva-nya susah payah menatap Rei yang kini berdiri dengan bertelanjang dada dihadapannya.


Sial! Kenapa dia begitu seksi? Apakah dia berolahraga? Lusia berusaha menyembunyikan rona wajahnya ketika melihat tubuh Rei yang terpahat sempurna dengan otot-otot perutnya yang begitu indah.


Melihat Rei dalam keadaan seperti ini membuat Lusia semakin berdebar. Gadis itu sejak tadi berusaha mengalihkan pandangannya ke arah lain walaupun sangat sulit untuk berpaling darinya.


"Kau siap?"


Banyak diantara mereka yang berteriak menyemangati keduanya.


"Ternyata Rei seksi juga, ya?" Gloria tersenyum simpul melihat tubuh indah lelaki itu.


"Kau benar," sahut Heru dengan suara pelan. Lelaki itu tampak minder dengan teman sebangkunya. Heru bahkan kini mengecek perutnya sendiri.


Gloria melirik ke arahnya, memang rata. Namun sangat polos seperti roti tawar.


"Kau harus lebih giat berolahraga kalau ingin seperti dia!" bisik Gloria.


Heru hanya bisa menghela napas sambil mengangguk tak bersemangat.


Fokus mereka kembali pada Rei dan Lusia yang kini terus bergerak hingga mencapai ujung kolam lain.


Ayo Rei! Jangan sampai kalah! Aku berharap kau menang, karena aku sangat merestui hubungan kalian. Aku ingin kalian pacaran! teriak Gloria dalam batinnya.


Teriakan orang-orang semakin ricuh saat Rei dan Lusia berhasil tiba di sana dan mulai berbalik arah.


Pergerakan mereka cukup seimbang dan nyaris seri.


Lusia terus menggerakkan tangan dan kakinya. Sesekali ia menoleh ke arah Rei yang bergerak tepat di sebelahnya.


Aku harus menang! pikir Lusia yang kemudian mempercepat laju geraknya.


Rei yang melihat Lusia mulai melewati pergerakannya lantas tak tinggal diam.


Rei bergerak lebih dalam ke dasar kolam, di bawah sana ia mempercepat laju geraknya. Setiap gerakan kaki dan tangan yang ia lakukan membuat pergerakannya semakin cepat, apalagi kala air disekitarnya mendukung gerakannya.


Dalam sekejap mata, Rei berhasil mendahului Lusia sampai akhirnya tiba lebih dulu dan muncul dipermukaan.


...***...