Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 637 - Apakah dia… tuan?



...***...


Tubuh yang lebih tinggi dari anak-anak TK pada umumnya, kulit putih bersih, rambut hitam pekat, dan mata yang indah. Louis benar-benar bodoh karena baru menyadari wajah anak laki-laki yang kini ada dihadapannya.


"Tuan…" gumamnya tanpa sadar.


Yeon-woo menoleh ke arah tempatnya berdiri. Sejenak Louis merasa pandangan mata mereka bertemu. Tapi tentunya itu mustahil. Itu hanya perasaan Louis saja.


Tadi seperti ada yang berteriak dari arah sana, pikir Yeon-woo sambil memperhatikan tempat Louis berada. Tapi ia sama sekali tidak bisa melihat apapun.


Louis terkejut begitu mendengar isi kepala Yeon-woo barusan.


"Yeon-woo!" Seorang wanita memanggilnya. Membuat atensi anak laki-laki itu langsung beralih padanya.



Louis ikut menoleh. Ia melihat seorang wanita cantik yang tampak masih muda berjalan menghampirinya sambil tersenyum.


Perempuan itu memiliki perawakan tinggi dengan tubuh yang anggun seperti seorang model. Kulitnya putih, matanya indah, dan rambutnya berwarna kecokelatan. Ketika tersenyum, wanita itu semakin tampak cantik.


"Mama!" Yeon-woo menghampirinya.


"Maaf membuatmu menunggu lama, tadi ada urusan yang harus mama selesaikan."


"Tidak apa-apa."


"Oh ya, apakah kau sudah berpamitan dengan teman-temanmu?"


"Ya." Yeon-woo menganggukkan kepalanya pelan.


"Aku memang sedih, tapi… tidak apa-apa. Walaupun kami berpisah, setidaknya kami masih tetap bisa berteman kan? Selain itu, kita juga masih tetap bisa berkomunikasi kan?"


"Yeon-woo memang benar-benar anak baik. Mama salut karena kau bisa mengerti keadaan dan bisa bersikap bijak." Ia tersenyum menanggapi ucapan putra kecilnya. Sementara itu wajah Yeon-woo mulai memerah saat mendengar pujian dari ibunya.


"Baiklah, ayo kita pulang. Masih banyak yang harus kita persiapkan sebelum pindah."


Perempuan itu mengajak Yeon-woo untuk pulang. Tapi sebelum itu, ia mengajaknya untuk bertemu dengan guru dan Sia sebentar. Ada hal yang harus mereka bicarakan.


Louis terdiam tanpa berniat untuk mengikutinya. Ia hanya menatap Yeon-woo dan perempuan tadi yang kini semakin menjauh dari posisinya.


Ada perasaan lega yang entah kenapa datang menghampirinya saat ia melihat Yeon-woo mendapatkan perlakuan yang begitu lembut dari ibunya.


"Kalau anak itu benar-benar adalah reinkarnasi kedua dari tuan…, sepertinya aku harus memastikannya lagi."


"Aku harus tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kemana mereka akan pindah, dengan begitu akan lebih mudah bagiku untuk memastikannya apakah itu tuan atau bukan."


Louis membuka portal dimensi. Dengan kekuatannya, ia melintas ke waktu dimana akhirnya Yeon-woo dan keluarganya bersiap untuk pindah.


Tiba di waktu yang ia tuju. Louis bisa melihat Yeon-woo yang sedang sibuk berjalan keluar bersama dengan perempuan yang kemarin dilihatnya dan seorang lelaki dewasa yang diperkirakan adalah ayahnya.


Laki-laki yang Louis lihat itu hampir mirip dengan Yeon-woo hanya saja dalam versi dewasa. Ia memiliki wajah yang tampan dengan rahang tegas, bentuk mata yang tajam, dengan bulu mata lentik, iris yang indah, kulit yang putih, dan rambut hitam pekat.


Selain itu, dia memiliki proporsi tubuh yang sempurna.


"Baiklah, sepertinya sudah semua. Sekarang waktunya berangkat," ujar laki-laki itu.


...***...