Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 718 - Vision



...***...


"Aku permisi dulu!" Dorothy beranjak bangun dari tempatnya. Meninggalkan semua orang dan berjalan menuju arah toilet. Luna yang menyadari adanya keganjilan dari perilaku Dorothy yang aneh lantas bergegas bangun dan segera mengejarnya. Dia harus menanyakan apa yang sebenarnya terjadi, dan kenapa wanita itu bersikap aneh.


Di dalam toilet, Dorothy membasuh wajahnya dengan air keran. Luna langsung masuk dan menghampirinya. "Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kau bersikap aneh?" tanya Luna yang cemas.


Dorothy menghela napas panjang sebelum akhirnya berkata, "Aku hanya merasa tidak tenang. Entah kenapa, perasaanku mengatakan akan ada hal buruk yang terjadi dengan keputusan yang kita ambil ini. Tapi walaupun begitu, aku mau tidak mau harus tetap mendukung mereka. Karena hanya ini satu-satunya cara agar kita bisa menghentikan mereka dan mengembalikan dunia kembali seperti semula, meskipun itu artinya walau hanya sedikit."


Luna menggenggam tangan Dorothy erat, menatap kedua matanya lekat. "Apakah kau ingat saat pertama kali kita bertemu? Saat itu aku ketakutan, kebingungan... Saat itu aku begitu lemah, dan tidak berdaya. Aku pikir semuanya akan berakhir begitu saja. Aku kehilangan keluargaku, kehilangan segala hal yang aku miliki dalam hidupku... Sampai akhirnya aku bertemu denganmu. Kau akhirnya menjadi satu-satunya orang yang menjadi tempatku bersandar. Dan sejak saat itu aku berjanji pada diriku sendiri kalau aku akan menjaga dan melindungimu, kayaknya kau menjagaku seperti ibuku sendiri. Kau sudah terluka, dan aku juga sudah terluka karena mereka. Jadi tak peduli apapun bahaya yang akan kita hadapi nanti, kita harus berjuang untuk membalas mereka, dan mengambil kejayaan yang kita inginkan. Mungkin kau merasakan firasat buruk karena dulu kau berulang kali gagal menyelamatkan kedua putramu. Karena kau berjuang sendiri. Tapi sekarang... Kau tidak sendirian. Ada aku di sini yang akan membantu dan menguatkanmu. Kita berjuang dengan yang lain hingga kita benar-benar menang."


Dorothy terdiam tanpa kata. Mereka beradu pandang cukup lama. Dan entah kenapa, saat Dorothy beradu tatap seperti ini dengan Luna, dan mendengar setiap kalimat yang terucap dari mulutnya, Dorothy seolah mengalaminya Dejavu. Dia seolah menemukan sosok Tiana sahabatnya di diri Luna. Dia hanya tidak pernah sadar bahwa Luna memanglah sosok replika dari sahabatnya, Tiana.


Dorothy tersenyum lalu memeluk tubuh Luna erat. Apa yang diucapkan oleh wanita itu memang benar.



Dengan jumlah kita yang sedikit, bagaimana kita bisa menang dalam pertarungan ini? Rei membatin. Pikirannya terus tertuju pada kalimat yang sama. Sejak tadi pria itu sibuk dengan pikirannya sendiri dan nyaris tidak memperhatikan yang lain. Bahkan dia juga sama sekali tidak bereaksi dengan setiap pembahasan yang sedang Elvina dan yang lainnya bahas.


"Rei?" Derek menepuk pundaknya pelan. Bersamaan dengan itu, tiba-tiba saja Rei mengalami vision. Mendapatkan penglihatan tentang apa yang terjadi di masa depan.


Dalam visionnya, Rei melihat seorang pria tua yang berjalan di pulau dengan mengenakan jas putih. Namun visionnya kembali beralih pada sebuah adegan dimana pria yang sama terduduk dalam sebuah ruangan yang dindingnya terbuat dari kayu. Pria itu duduk bersama dengan seorang anak laki-laki kecil yang sedang sibuk makan bersamanya. Visionnya kembali berganti. Kali ini Rei melihat pria tadi melakukan sesuatu pada anak kecil itu.


...***...