Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 651 - Situasi yang membingungkan



...***...


"Kau habis menangis?" tanya Elvina.


"Tidak, aku tidak menangis," elak Rei yang berusaha menjaga ekspresinya agar Elvina percaya dengan kalimatnya.


"Sungguh? Tapi kau seperti orang yang baru saja menangis. Matamu juga merah."


"Mataku tidak sengaja kemasukan pasir, makanya aku terlihat seperti menangis."


"Kau sungguh baik-baik saja?"


"Iya. Kau tidak perlu cemaskan aku." Rei tersenyum, berusaha membuatnya lebih yakin lagi.


"Aku harap kau sedang tidak menyembunyikan sesuatu, baik dariku, William, atau dari dirimu sendiri."


Rei sekali lagi terdiam tanpa kata mendengarkan ucapan Elvina barusan. Entah kenapa tapi kalimat yang Elvina lontarkan seolah tepat sasaran.


Wanita itu seolah bisa tahu dan membaca segala situasi yang sedang dia alami.



...*...


Ceklek!


Pintu di buka secara perlahan. Dorothy bisa melihat Joe yang kini tengah duduk dengan kepala bersandar di atas ranjang yang ditempati oleh Derek. Lelaki itu tampaknya ketiduran setelah makan malam, apalagi Dorothy tahu betul selama ini Joe tak luput menemani adiknya itu.


Dorothy melangkah secara perlahan, menghampiri Joe yang tertidur pulas dengan posisinya.


"Sudah aku duga dia akan ketiduran di sini," gumam Dorothy pelan. Wanita itu lantas menggunakan selimut yang dibawanya pada Joe dengan tujuan agar lelaki itu tidak kedinginan.


"Aku tahu posisi tidurnya seperti ini pasti tidak nyaman, tapi dia pasti tidak bisa meninggalkan adiknya begitu saja." Dorothy memandangi wajah tenang Joe.


"Melihat kondisi kalian seperti ini membuatku merasa kalau kalian sudah saling bekerja keras menjaga masing-masing dari kalian agar tidak terluka satu sama lain."


"Joe juga tampaknya sangat menyayangi Derek."


Dorothy terus memperhatikan keduanya. Sampai fokusnya tak sengaja tertuju pada kedua mata Derek yang mulai mengerjap. Melihat hal itu spontan membuatnya tertegun.


Dorothy mendekat, memastikan apa yang dilihatnya itu bukan ilusi, dan ternyata benar saja. Derek mengerjapkan kedua matanya beberapa kali sebelum akhirnya membuka kedua matanya secara perlahan.


Dorothy merekahkan senyum begitu melihat kedua iris mata lelaki itu untuk pertama kali sejak terakhir kali.


"Argh..." Derek mengerang menahan pelan. Suaranya berhasil membuat Joe yang tengah terlelap seketika bangun dari tidurnya.


"Derek!" Joe bangkit dari kursinya secara spontan.


"J-joe..."


Joe tersenyum simpul. Ia senang bukan main melihat adik satu-satunya itu telah sadar. "A-akhirnya kau sadar juga..."


Kedua mata Joe berkaca-kaca. Pria itu memeluk adiknya erat, tak kuasa membendung kebahagiaan yang dirasakannya.


"Joe..."


"Aku benar-benar senang akhirnya kau sadar juga. Selama ini aku takut kau tidak bangun lagi, aku bahkan sampai terus menunggu dan menemanimu di sini sambil berharap kau bangun secepatnya. Dan sekarang semua harapanku terkabul..., akhirnya kau sadar juga."


Derek terdiam. Otaknya masih berusaha memproses setiap kejadian yang tengah di alaminya. Ia juga masih berusaha mencerna ucapan Joe yang terdengar aneh.


Perhatian Derek beralih pada Dorothy yang kini memandanginya sambil tersenyum bahagia. Wanita itu bahkan sampai berkaca-kaca begitu melihat pemandangan dirinya di peluk oleh Joe.


"Bagaimana kondisimu? Apakah ada bagian tubuhmu yang terasa sakit?" Joe menatap adiknya itu dengan wajah cemas. Ia melerai pelukan mereka.


...***...