Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 751 - Kembali dalam kendali



...***...


"Rei, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kau tampak tidak terkejut sama sekali dengan kedatangan mereka?"


"Mereka datang untuk membantu."


"Apa? Tapi kenapa mereka..."


"Kami adalah kalian yang datang dari masa depan, dan kami kemari untuk membantu menyelesaikan semua ini," ujar lelaki yang memiliki wajah yang sangat mirip dengan William, namun dari penampilannya terlihat jelas bahwa usianya lebih tua dibandingkan William, bahkan lebih tua dari Elvina juga.


"Kami juga membawa bala bantuan seperti yang kau minta." Wanita yang mirip dengan Elvina itu berucap sambil menoleh ke arah lima orang remaja seusia Rei yang baru saja selesai membantu Dorothy dan yang lainnya.


"Oh, jangan lupa dengan dua penyusup yang tidak sengaja ikut." Rei lain menoleh ke arah sepasang orang dewasa yang membantu Luna untuk bangkit dari posisinya.


"Terima kasih, karena kalian datang di saat yang tepat." Rei tersenyum memandangi mereka semua.


Di sisi lain, Joe tersadar. Lelaki itu menggelengkan kepalanya dan menatap ke sekeliling dengan raut wajah bingung. Dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, dan apa yang telah dia lewatkan sejak awal. Begitu menoleh ke sekeliling, Joe terkejut mendapati para penduduk desa invisible village yang telah tewas.


"Apa yang terjadi?" tanya Joe sambil menghampiri Derek.


"Joe, kau sudah sadar? Syukurlah!" Derek tersenyum sambil memandanginya dengan begitu senang. Sementara Joe malah menatapnya dengan wajah bingung.


"Apa maksudmu? Apa yang aku lewatkan? Siapa mereka? Dan kenapa semua orang tewas?"


"Ceritanya panjang. Yang pasti sekarang kita harus mencari cara agar kau tidak bisa mereka kendalikan lagi."


"Dikendalikan?"



"Tapi bagaimana caranya? Banyak sekali penjaga yang melindungi mereka," gumam Luna yang langsung menghampirinya.


"Kita harus mengalihkan perhatiannya terlebih dahulu," ujar seorang remaja laki-laki yang baru saja membantu Dorothy bangun. Remaja itu bernama Dean. "Hanya dengan cara itu kita bisa menyerangnya."


"Itu mudah. Biarkan aku yang menangani itu. Sementara itu, Taz, Vice, Marko, kalian bantu mereka. Lindungi Rei agar dia bisa mendekat ke arah mereka," ujar Rei dari masa depan.


"Kami mengerti," kata mereka serentak. Rei menoleh ke arah tiga lelaki yang baru saja diperintahkan oleh dirinya di masa depan.


"Sementara itu, Nero, Dean, Tessa, dan Trish, bantu aku, Elvina dan William menghadang sisanya."


"Baik."


"Jumlah kita memang sedikit. Tapi kita pasti akan menang." Rei tersenyum simpul.


Sementara Rei dan yang lainnya sedang berdiskusi, beda halnya dengan Lusia dan Martin yang justru terdiam dengan raut wajah bingung. Mereka tidak mengerti kenapa ada Rei, Elvina, dan William lain.


Martin terdiam dengan wajah yang berubah memucat. Ia menelan salivanya susah payah. Menghadapi satu Rei saja sudah cukup membuatnya ketar-ketir, sekarang dia malah harus menghadapi dua sekaligus?


Sial. Bagaimana mungkin dia bisa menjadi dua? Ini tidak bisa dibiarkan...


"Lusia, cepat serang merek!"


"Baik, prof." Lusia kembali menggunakan kekuatannya, mengendalikan semua evolver penjaga yang ada untuk menyerang Rei dan yang lainnya. Para penjaga yang sempat sadar seketika kembali berada dalam kendali kekuatan Lusia.


...***...