
...***...
Leon berdeham guna memecah keheningan yang menyelimuti mereka. Pria itu melirik pada Elvina di sisi kanannya.
Elvina hanya diam dengan fokus pandang matanya tertuju ke depan, sementara itu Linda di sisi lain berdiri sembari memainkan ponselnya.
"Kemarin itu malam yang menyenangkan. Kapan-kapan bolehkah aku bermain lagi denganmu?" bisik Leon, Elvina melongok dibuatnya. Ucapan Leon bisa saja terdengar oleh Linda dan bisa membuat wanita itu salah paham dengan kalimat ambigu yang berloncatan keluar dari mulutnya.
"Sssttt… bapak bisa membuat orang lain salah paham dengan ucapan bapak!" Elvina melotot ke arahnya. Ia melirik sekilas ke arah Linda guna memastikan sahabatnya itu tak mendengar ucapannya.
"Memangnya ada yang salah dengan ucapanku? Lagipula siapa yang bisa mendengar kita, kalau kita berbicara berbisik seperti ini?"
"Di sini ada Linda, saya tidak ingin ada kesalahpahaman, dan saya tidak ingin kalau sampai ada berita miring tentang saya di kantor."
"Tidak apa-apa, lagipula dia sahabatmu, 'kan? Dia pasti bisa jaga rahasia."
Linda beralih fokus dari layar ponselnya ketika menyadari Leon dan Elvina saling berbisik satu sama lain. Ia menatap heran ke arah mereka berdua.
Apa yang sedang mereka bicarakan? batin Linda. Wanita itu diam-diam berusaha menguping pembicaraan sahabatnya dengan Leon.
"Bolehkah kapan-kapan aku bermain denganmu lagi? Aku ingin menginap di tempatmu lagi," bisik Leon. Linda membelalakkan mata saat mendengar kalimat itu terlontar dari mulut atasannya. Wajah Linda berubah merah merona, pikirannya seketika melanglang buana. Membayangkan sesuatu yang tidak seharusnya ia bayangkan.
Elvina geram sendiri jadinya. Ia membekap mulut Leon refleks berharap dengan begitu ia bisa diam dan tidak terus berbicara.
"Sssttt… sudah saya bilang, bapak bisa menyebabkan gosip di kantor. Jangan sampai membuat orang lain salah paham dan mengira kalau ada hubungan di antara kita!" Kesalnya.
Leon menurunkan tangan Elvina dari bekapan mulutnya. "Bukankah kita memang memiliki hubungan?" Leon menyunggingkan senyum.
M… mereka memiliki hubungan? A… apa ini? Apa yang tidak aku ketahui? Linda bertanya-tanya.
"Bapak jangan asal bicara! Kita tidak memiliki hubungan apa-apa!" Elvina menekankan.
"Tentu saja kita memiliki hubungan, dan kau tidak bisa menyangkalnya!" Leon tiba-tiba bergerak mendekat ke arah Elvina.
Elvina spontan berjalan mundur hingga tubuhnya menabrak dinding. Leon mengunci pergerakan Elvina diantara tangannya.
Linda semakin melongok dan wajahnya semakin merah padam. Ia merasa seperti jadi nyamuk diantara mereka.
"A… apa yang bapak lakukan! Linda bisa melihat kita, dan dia bisa salah paham!"
"Kenapa kau harus takut? Bukankah kau bilang tidak ada hubungan diantara kita? Jadi untuk apa kau cemas?"
"T… tapi tindakan bapak bisa membuat saya dalam masalah!"
"Biar aku tegaskan padamu hubungan kita yang sebenarnya!"
"H… hubungan…'' Elvina mendadak gagap. Leon tiba-tiba mendekatkan kepalanya ke arah Elvina.
A… apa yang dia lakukan? Elvina menjauhkan wajahnya hingga tertahan dinding dibelakangnya. Kedua mata wanita itu mendadak terpejam tidak mau melihat apa yang akan dilakukannya.
Linda di belakang mereka diam membatu dengan mulut menganga. Otaknya benar-benar mentok, ia tidak bisa menduga hal lain, kecuali mereka berdua tengah berciuman.
Gila!
...***...