
...***...
"Keadaan sudah aman. Sekarang ayo kita keluar!"
Elvina dan yang lainnya menganggukkan kepala mereka lantas beranjak menghampiri pintu. Mereka membuka pintunya secara perlahan dan melihat keluar guna memastikan keadaan baik-baik saja. Setelah mereka yakin keadaan aman, Rei dan yang lainnya lalu beranjak keluar ruangan tersebut.
"Keadaan begitu tenang. Sepertinya semua orang sedang begitu sibuk," gumam William.
"Bukankah itu bagus? Dengan begitu, kita bisa dengan mudah pergi mencari Melinda dan Andrich," balas Elvina.
"Kau sudah bisa mengecek lokasinya?" tanya Aland pada Lucy yang sejak tadi sibuk dengan thorny bites miliknya. Wanita itu berusaha untuk memastikan lokasi Melinda dan Andrich. Sialnya thorny bites miliknya entah kenapa tidak bisa digunakan sama sekali.
"No, it's not work!" balas Lucy dengan wajah kesal.
"Aku hanya berharap mereka belum pergi terlalu jauh," sambungnya.
Rei dan yang lainnya melangkah menuju ruangan dimana terakhir kali mereka menangkap sinyal lokasi Melinda dan Andrich dari telecosys milik mereka.
Tiba di ruangan yang mereka tuju, mereka menghentikan langkahnya secara bersamaan. Rei dan yang lainnya melihat Melinda dan Andrich yang baru saja melangkah keluar dari dalam kamar mereka. Masih dengan posisi tangan mereka yang saling bertaut dengan borgol.
Melinda menggenggam tangan Andrich guna memastikan lelaki itu tidak pergi jauh-jauh darinya.
"Semuanya akan segera berakhir. Aku janji!" kata Melinda. Suara wanita itu bisa di dengar mereka dengan sangat jelas.
"Mereka benar-benar keluar dari sana," gumam William.
"Syukurlah mereka baru keluar, dengan begitu kita bisa mengikuti mereka."
Elvina dan yang lainnya kembali melangkahkan kaki mereka begitu melihat Melinda dan Andrich pergi bersama Dekis yang baru saja tiba.
Keamanan di kapal begitu longgar. Tidak banyak orang yang berlalu-lalang seperti sebelumnya. Hal itu disebabkan karena sebagian besar penjaga sibuk saling membantu guna mengeluarkan satu persatu tawanan yang mereka bawa.
"Tolong bawa sini!" Wanita itu memberikan setumpuk jarum suntik berisi obat bius khusus yang biasa mereka gunakan untuk melumpuhkan para target.
"Kapten meminta untuk mengisi ulang semua persediaan, dan aku dengar mereka kekurangan obat bius untuk persediaan cadangan."
"Oh, ya. Akan aku simpan ke gudang penyimpanan," balas Arleta yang kemudian berbalik dan kembali naik ke kapal dengan tangan penuh berisi obat bius yang tadi diberikan oleh tim pemasok persediaan.
Masih ada beberapa tumpukan obat bius yang harus dibawanya, dan tidak ada pilihan lain selain membawa satu persatu tumpukan obat bius itu. Sebagian besar awak kapal sibuk membantu kapten menurunkan para tahanan, sedangkan rekan-rekannya sedang sibuk membereskan kapal yang dalam keadaan kacau.
Tep!
Arleta menghentikan langkahnya saat ia tidak sengaja melihat sekelompok orang yang sempat dilihatnya di gudang penyimpanan. Orang-orang itu berjalan mengikuti Melinda dan Andrich dari arah belakang tanpa sepengetahuan mereka.
Arleta menghampiri dinding dan bersembunyi di sana. Ia memperhatikan setiap orang yang berjalan mengendap-endap itu.
Mereka… bukankah mereka adalah orang yang aku lihat di gudang penyimpanan semalam?
Mereka mengikuti Melinda dan Andrich?
Sudah aku duga sejak awal bahwa ada yang tidak beres. Mulai dari gerak-gerik mereka sampai mereka bersembunyi di gudang penyimpanan.
Aku harus mengikuti mereka agar aku tahu apa tujuan mereka sebenarnya.
Arleta mengambil obat biusnya.
...***...