Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 658 - Cato dan masa lalu



...***...


"Makan yang banyak, ya." Cato mengusap puncak kepala Lusia pelan. Anak perempuan itu hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


Waktu berlalu dan sudah beberapa Minggu sejak kedatangan Meredith ke London. Sejak saat itu, mereka tinggal bersama di rumah Cato, dan sejak saat itu pula Cato memutuskan untuk bekerja dari rumah mereka yang ada di London dan untuk sementara waktu tidak kembali ke Manchester.


Siang ini, hanya ada dirinya dan Lusia saja di rumah. Semua orang pergi. Mulai dari Meredith dan suaminya, hingga istri dan kedua anaknya. Meredith dan suaminya sedang menghadiri seminar di salah satu universitas di pusat kota. Sementara itu, kedua anaknya Joe dan Derek sedang sekolah. Lalu Dorothy istrinya, sibuk bekerja di rumah sakit. Wanita itu adalah dokter bedah di salah satu rumah sakit.


Dorothy dan Cato pertama kali bertemu ketika mereka duduk di bangku kuliah. Kala itu keduanya berkuliah di universitas yang sama, hanya berbeda jurusan saja. Cato mengambil jurusan Genetika, sebagian besar pekerjaannya melibatkan penelitian terhadap tubuh makhluk hidup. Contohnya beberapa bulan yang lalu, dia terlibat dalam sebuah penelitian yang berfokus pada pemecahan masalah untuk mengatasi beberapa mamalia yang terancam punah.


Cato dan timnya berusaha menduplikasi hewan-hewan itu agar mereka bisa berkembang biak lebih banyak dan lingkungannya bisa terselamatkan. Setelah berulang kali gagal, akhirnya mereka berhasil mengatasi masalah tersebut dan menciptakan kloning sempurna dari hewan tersebut. Sementara Cato berkuliah di jurusan Genetika, beda halnya dengan Dorothy yang mengambil jurusan ilmu kedokteran. Wanita itu bisa di bilang adalah salah satu mahasiswi teladan di fakultasnya. Dia juga bahkan lulus dengan nilai terbaik dan berhasil masuk serta bergabung dengan salah satu rumah sakit paling besar di London.


Cato dan Dorothy memutuskan mengakhiri hubungan mereka sebagai pacar dan memutuskan meresmikan hubungan mereka sebagai suami istri. Setelah resmi menikah, mereka dikaruniai anak di tahun pertama pernikahan mereka yang kemudian mereka beri nama Joe. Satu tahun setelahnya, mereka mendapatkan putra kedua mereka yang di beri nama Derek. Sebagai seorang ayah, Cato sangat menyayangi kedua putranya.



"Enak." Lusia menjawab sambil tersenyum.


"Syukurlah, kalau begitu habiskan ya? Setelah itu kau boleh bermain lagi. Oh ya, sebentar lagi Derek dan Joe akan pulang. Nanti kau bisa bermain dengan mereka," katanya.


Lusia bersorak senang. Akhirnya dia bisa bermain dengan seseorang setelah seharian bermain sendirian sementara Cato sibuk bekerja di ruangannya. Gadis itu makan dengan lahap. Menyantap semua makan siang yang diberikan Cato untuknya. Sementara Lusia sibuk makan, Cato terdiam memperhatikannya. Entah kenapa melihat Lusia membuatnya teringat akan kakak perempuannya.


Walaupun setelah persidangan mereka memutuskan untuk berbaikan dan mengakhiri perselisihan atas tanah warisan itu, tapi tetap saja. Cato masih agak sedikit kecewa sekaligus kesal pada Claire yang tak lain adalah neneknya Lusia itu.


Claire benar-benar tidak mau mengalah dengannya. Bahkan wanita itu berkata akan memperjuangkan tamah yang di atasnya di bangun sekolah tersebut, dan tidak akan membiarkannya menghancurkan bangunan itu.


Sebelumnya, Cato sebenarnya berencana membuat laboratorium penelitian khusus di atas tanah tersebut dan berniat meratakan bangunan sekolah yang sebelumnya telah di bangun oleh kakaknya.


...***...