Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 737 - Semuanya hancur...



...***...


Maafkan aku, tapi aku tidak mungkin diam saja melihatmu seperti ini, batin Aland yang kemudian mendekat ke arah Amanda. Mendekapnya dan menutupi kedua telinga wanita itu. Hal yang sama yang selalu dia lakukan pada Lucy setiap kali traumanya muncul.


Sementara Aland masih mencoba menenangkan Amanda, beda halnya dengan Elvina dan yang lainnya yang terus melawan para penjaga. Dengan kemampuan yang mereka miliki, mereka terus mencoba mengalahkan mereka. Elvina, William, dan Luna terus bertarung walau air mata terus mengalir keluar dari mata mereka.


Rei... Katakan kalau kau baik-baik saja...


Di sisi lain, Dorothy yang tadi terjatuh berusaha keras untuk bangkit dengan tubuh yang terluka cukup parah. Wanita itu berjalan dengan terseok-seok, menghampiri tempat dimana Luna dan yang lainnya berada.


Begitu tiba di sana, dia melihat mereka masih sangat kesulitan untuk menghadapi para penjaga. Dorothy sama sekali tidak bisa membiarkan semua itu. Wanita itu bergerak mengeluarkan senjata yang telah dipersiapkannya. Senjata berisi cairan yang dapat menghancurkan setiap evolver menjadi debu.


Dorothy berusaha mengumpulkan tenaganya sesaat sebelum akhirnya berlari ke sana dan langsung menyerang para penjaga dengan cairan miliknya.


"ARGGHH!!" Teriakan demi teriakan terdengar, tak lama beberapa penjaga berubah menjadi abu dan lenyap. Kedatangan Dorothy langsung menyita perhatian. Terlebih setelah semua orang sadar wanita itulah yang telah menyebabkan teriakan dari para penjaga yang kemudian berubah menjadi abu.


"Dorothy!" Luna berlari menghampiri wanita itu dengan sekuat tenaga. Memeluknya sambil menangis tersedu-sedu. Tak lama, beberapa evolver lain menghampiri mereka dan ikut memeluknya. Mereka merasa lega sekaligus senang karena Dorothy masih hidup. Namun di sisi lain, Elvina, William, Aland dan Amanda masih belum menemukan sosok Lucy dan Rei dimanapun.


"Kau berhasil keluar. Tapi bagaimana dengan Rei dan Liana? Apakah mereka juga berhasil selamat?" tanya Elvina dan William yang kini memandanginya dengan kedua pipi yang basah. Dorothy terdiam tanpa kata, dia tidak tahu harus menjawab apa karena dia sendiri tidak tahu bagaimana nasib kedua anak itu.



...*...


Lucy menatap kedua iris mata lelaki itu. Beradu tatap dengannya cukup lama. "Kau sudah baikan?"


Wanita itu mengedarkan pandangannya sesaat sebelum menjawab pertanyaan Rei. Di sekeliling Lucy dan Rei terdapat air yang bergerak membentuk sebuah perisai. Tampak jelas bahwa Rei berusaha keras untuk membantunya tenang. "Terima kasih karena sudah membantuku untuk bisa tenang. Sekarang aku sudah merasa lebih baik."


"Syukurlah." Rei tersenyum simpul. Ia kemudian bangkit dan menghilangkan perisai air tersebut. Tak lama, Lucy ikut beranjak dari tempatnya.


"Semuanya hancur..."


"Tapi ini semua belum berakhir."


"Semuanya akan segera berakhir. Harus! Oh ya, bagaimana dengan yang lainnya? Apakah mereka baik-baik saja?"


"Aku tidak tahu."


"Ayo kita temui mereka lebih dulu dan kita pastikan mereka baik-baik saja. Aku yakin, mereka pasti saat ini sedang sangat mencemaskan kita berdua."


Rei menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Ia lalu mengulurkan tangannya, menggenggam tangan Lucy sebelum akhirnya meminta Louis untuk memindahkan mereka ke tempat dimana Elvina dan yang lainnya berada.


Begitu mereka sadar, mereka sudah beralih ke sana.


...***...