
...***...
"Siapa kau, dan kenapa kau berusaha untuk mencelakaiku?!" Elvina menatapnya tajam.
"Aku Melinda, evolver yang ditugaskan untuk menangkapmu menggantikan Joe." Melinda bergerak mencari cara agar bisa mendekat ke arah Elvina dan melumpuhkannya agar bisa dibawanya pergi.
"Aku mengerti sekarang. Jadi kau adalah orang suruhan dari si tua bangka itu?!"
"Tua bangka? Berani sekali kau memanggil profesor dengan sebutan seperti itu!" Melinda mengepalkan tangannya, ia berusaha menyerang Elvina dengan tangan kosong. Namun sengatannya membuatnya tak bisa menyentuh Elvina sama sekali.
Melinda terpental hingga terseret cukup jauh dari posisinya semula.
Sial, aku tidak bisa menyerangnya. Apalagi dengan kekuatan medan gaya miliknya. Melinda berusaha menyeimbangkan tubuhnya yang nyaris terjatuh.
"Kau tidak akan bisa menyerangku." Elvina menggerakkan tangannya, menyerang Melinda lebih dulu dengan kekuatan medan gayanya.
Melinda yang melihat itu spontan menggunakan kekuatan berkamuflase miliknya hingga sosoknya lenyap dari pandangan Elvina. Ia bergerak menghindar dan berjalan menuju arah lain.
Elvina terbelalak melihatnya. Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling berusaha mencari Melinda yang tiba-tiba menghilang dari pandangannya.
Melinda berjalan perlahan menghampiri Elvina. Ia dibuat terkejut ketika diluar dugaan, tubuhnya bisa menembus masuk ke dalam perisai medan gaya Elvina saat tubuhnya tidak terlihat.
Elvina menoleh ke arah cermin berusaha mencari sosok Melinda dari pantulannya. Tapi Melinda lebih dulu bergerak. Ia mencekik Elvina dari arah belakang dengan menggunakan lengannya, mencapit lehernya diantara sikunya.
Elvina tersentak. Ia bergerak memberontak berusaha membebaskan diri dari Melinda, namun kunciannya terlalu kuat hingga membuatnya kesulitan untuk melepaskan tangan Melinda darinya.
"Kau akan ikut denganku kembali pada profesor," bisik Melinda tepat di telinganya.
Elvina terus memberontak berusaha membebaskan diri. Ia bergerak mencari cara untuk bisa bebas. Elvina memutar tubuhnya cepat, ia menghantamkan bagian punggungnya yang terhalang punggung Melinda.
Elvina menghantamkan keras punggungnya, mendorong tubuh Melinda hingga menghantam wastafel dibelakang mereka.
Melinda yang terjepit spontan melepas cekikannya dari Elvina dan bergerak membebaskan diri.
"Uhuk… uhuk…" Elvina terbatuk-batuk begitu dirinya berhasil bebas. Ia nyaris saja kehabisan oksigen gara-gara Melinda yang begitu kuat mencekiknya.
Elvina berpegangan pada wastafel. Menumpu tubuhnya yang lemas agar bisa tetap berdiri meski begitu lemas.
Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling mencari Melinda yang entah dimana. Wanita bunglon itu sudah menghilang lagi dari pandangannya.
Sial! Karena kekuatan tidak terlihatnya, aku jadi tidak bisa mengetahui dimana keberadaannya, batin Elvina.
Tangannya bergerak memunculkan medan gaya yang kini membentuk bola pada genggaman tangannya.
Elvina menatap ke arah cermin yang ada di dekat wastafel, dan sosok Melinda menampakkan diri.
Wanita itu berdiri di atas wastafel sembari menatap ke arahnya.
Elvina spontan menjauh. Ia menghempaskan tangannya, menyerang Melinda.
Wanita itu kembali menghilang dari pandangannya dan bergerak menghindar dengan begitu cepat sampai-sampai membuat serangan Elvina meleset dan malah mengenai cermin di belakangnya.
Prang!
Cerminnya pecah. Retak hingga menjadi beberapa bagian. Elvina tertegun saat sadar serangannya meleset.
Dia berhasil menghindari seranganku, sial! Elvina kembali mengedarkan pandangannya ke sekeliling.
Melinda bergerak, ia menciptakan beberapa pergerakan tanpa menampakkan wujudnya. Elvina menyerang ke segala arah benda-benda yang bergerak tadi, namun meleset.
...***...