Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 588 - Gagal



...***...


"Ada reaksi berlebih pada kode nomor M1TH4, prof!" Evolab895 memberitahu.


Profesor beralih fokus dari layar monitor pada wanita yang berada di sana. Ia segera menghampirinya, dan menatap layar yang ada di hadapannya.


Profesor melihat adanya pergerakan berlebih pada tanda vital evolver dengan kode nomor M1TH4 tadi.


"Reaksinya sama seperti para evolver istimewa yang gagal."


Profesor terdiam sejenak. Memang benar apa yang dikatakan oleh Evolab895 itu.


Reaksi yang ditimbulkan dari evolver dengan kode nomor M1TH4 itu sama seperti evolver istimewa lainnya yang telah gugur di tahap-tahap sebelumnya.


"Turunkan dosisnya, dan terus pantau reaksi tubuhnya," ujar profesor.


"Baik, prof." Evolab895 segera bergerak mengikuti perintah profesor. Tangannya mulai bergerak dengan lihainya di depan keyboard yang ada. Ia mulai sibuk mengotak-atik keyboard tersebut, menurunkan dosis dari serum Evolgesysv-03 yang masuk ke dalam tubuhnya.


"Tubuhnya ternyata tidak kuat. Padahal ini baru fase ketiga. Dia sudah bertahan pada fase inkubasi pertama dan kedua. Tapi ternyata dia malah tidak bisa bertahan pada fase ketiga."


"Kalau kondisinya terus melemah seperti ini, bisa-bisa hanya tersisa sembilan dari evolver istimewa yang aku ciptakan."


"Prof, kondisinya malah jadi semakin tidak stabil!" Evolab895 kembali berucap.


"Apa?" Profesor kembali menghampiri wanita itu untuk memastikan kondisinya. Setelah diperhatikan, aktivitas tubuhnya semakin tidak stabil. "Kau sudah menurunkan dosisnya kan?"


"Sudah prof. Tapi kondisinya malah semakin turun."


"Prof! Kondisi evolver M1K1T4 juga mengalami hal yang sama. Kondisi dan tanda vitalnya semakin turun."


"Apa?"


"Turunkan dosisnya."


"Kami sudah menurunkannya, tapi kondisinya semakin tidak stabil."


"Sial."



"Apa yang terjadi?" Tiba-tiba saja perhatian semua orang beralih ke arah datangnya suara. Di sana, lelaki lain dengan penampilan serupa dengannya berjalan menghampiri dia.


"Miles."


"Ada apa Martin? Kenapa semuanya terlihat begitu tegang?"


"Terjadi kerusakan pada dua evolver kita. Tahap tiga tidak berjalan seperti yang kita harapkan. Bahkan kondisi dua di antaranya semakin melemah."


"Lagi? Padahal hanya tinggal tersisa sepuluh. Kalau seperti ini…, kita tidak akan pernah tahu bagaimana efek dari hasil penemuan kita pada tubuh mereka."


"Itu yang aku takutkan," gumam Martin. Lelaki berjas putih tanpa kacamata.


"Prof!" Evolab999 berucap dengan wajah panik. Kedua lelaki dengan wajah serupa itu seketika beralih ke arahnya.


"Evolver M1K1T4 dan M1TH4 gagal di selamatkan!"


"Apa?!" Martin dan Miles menghampiri Evolab999 dengan wajah panik. Begitu mereka melihat layar hologram dihadapan Evolab999, mereka melihat layar itu telah berubah warna menjadi merah dengan lambang segitiga dan tanda seru di tengahnya.


Tak lama setelah munculnya tanda itu, mereka melihat dua evolver tersebut terkulai dengan posisi kepala tertunduk.


"Huft~ lagi-lagi kita gagal." Martin menghela napas dengan raut wajah sedikit kecewa. Kini hanya tersisa delapan yang menjadi harapan mereka.


"Segera keluarkan mereka dari dalam tabung dan pindahkan tubuhnya bersama yang lain," titah Miles pada Evolver penjaga yang sebelumnya membawa mereka.


"Baik, prof."


Dua evolver penjaga itu beranjak dari tempatnya dan mulai mengeluarkan kedua evolver tadi dari dalam tabung setelah para Evolab menguras isi tabungnya dan melepaskan rantai yang mengikat tubuhnya.


Kini hanya tinggal tersisa delapan.


...***...