
...***...
Joe mengusak rambutnya frustasi. Ia terus saja kepikiran tentang Rei, berbagai pertanyaan muncul mengenai sosok lelaki yang bisa menghindari setiap kekuatan evol-nya itu.
"Apa dia juga seorang evolver? Tapi kenapa, profesor sama sekali tidak memerintahkan aku untuk mencarinya? Bahkan tuan, dia juga sama sekali tidak memberitahuku kalau ada evolver lain yang melarikan diri dari laboratorium. Kalaupun dia adalah evolver biasa seperti evolver pada umumnya, dia tidak mungkin menghalangiku menangkap Elvina dan William. Dia juga tidak akan mungkin membantu mereka untuk melarikan diri."
"Pasti ada alasan atas tindakannya."
"Apa jangan-jangan… dia adalah salah satu evolver yang sama denganku dan Derek? Yang memiliki tingkat kesadaran kuat sehingga membuat kami tidak bisa terpengaruh oleh chip yang terpasang di otak kami? Apa dia juga memiliki kesadaran yang kuat sampai-sampai bisa mengambil alih setiap perintah dalam dirinya?" Joe memonolog. Ia melamun jadinya.
Mendadak perhatiannya tersita oleh suara yang berasal dari telecosys miliknya.
Joe menatap benda yang kini menampakkan panggilan dari salah satu anak buahnya yang berada di markas. Ia segera menekan tombol yang ada hingga membuat layar hologram muncul dihadapannya.
"Bagaimana?" tanya Joe tidak sabar.
"Tidak ada," jawabnya di seberang sana.
"Apa? Maksudmu tidak ada informasi mengenai lelaki itu?"
"Ya. Dia sama sekali tidak tercatat dalam evolver yang hilang maupun yang memang tertangkap setahun yang lalu. Dia bukan evolver." Rekannya itu memperjelas.
Joe terdiam dalam lamunannya. Kalau dia bukan evolver, lalu bagaimana dia bisa tidak terpengaruh oleh kekuatanku? pikir Joe.
"Ini aneh, kenapa dia tidak terdaftar dalam informasi yang ada di laboratorium. Kalau dia bukan evolver lalu kenapa dia sama sekali tidak terpengaruh dengan kekuatanmu? Bukankah ini aneh?" ujar lelaki di seberang sana.
"Baiklah, aku akan menghubungi yang lain dan meminta mereka untuk bersiap. Setelah itu, kita akan secepatnya kembali untuk menjalankan rencanamu."
"Ok." Joe menekan tombol yang dalam sekejap memutus sambungan mereka. Layar hologramnya seketika lenyap dari pandangan Joe.
"Aku harus tahu siapa dia." Joe mengepalkan kedua tangannya.
...*...
Elvina melangkah memasuki kamarnya. Tiba di dalam, ia segera menutup pintunya rapat. Melangkah menghampiri ranjang tidurnya dan mendaratkan bokongnya di atas ranjang empuk itu.
Elvina terdiam. Otaknya terus kepikiran mengenai apa yang baru saja ia ceritakan pada Rei mengenai apa itu evolver dan penyebab mereka memiliki kemampuan luar biasa yang disebut dengan kekuatan evol berkat bantuan serum Evolgesysv-03.
Elvina melemparkan tasnya asal. Ia merebahkan tubuhnya hingga kepalanya menatap langit-langit kamarnya yang dihiasi dengan stiker bintang-bintang yang dapat bersinar ketika dalam keadaan gelap.
Menceritakan semuanya, membuatku ingat akan kejadian dulu. Ternyata… kejadian itu masih begitu membekas dalam ingatanku, dan masih sangat terasa menyakitkan ketika aku harus menggalinya kembali, batin Elvina.
Ia memejamkan kedua matanya dengan posisi tangan tangan menutupi wajahnya.
...***...