
...***...
"Kau tidak perlu cemas. Aku yakin Dorothy bisa menjaga dirinya, dan lagi... Dia sudah tahu semua hal di laboratorium ini kan? Jadi seharusnya dia bisa tahu apa yang harus dia lakukan." Lucy berusaha untuk membuat Rei yakin.
"Baiklah, aku setuju. Tapi kalian bisa menjaga diri kalian kan?"
"Memangnya dengan siapa kau bicara? Aku ingin seorang agen, ingat?" Lucy menyeringai.
"Ah, benar. Aku melupakan fakta itu."
"Kalau begitu kita setuju untuk berpencar, ya? Sekarang yang harus kita lakukan adalah kita pergi ke tiga titik ini." Dorothy menunjuk tiga titik yang ada di peta. Di tiga titik itu tertulis laboratorium yang berbeda dengan kode berupa angka dan huruf.
"Kau akan pergi ke sini, aku ke sini, dan kau ke sini." Dorothy memberikan arahan. Lucy dan Rei mengangguk tanda mengerti.
"Oh ya, akan kita tetap terhubung, kita harus terus berkomunikasi agar kita bisa tahu apa yang terjadi pada kita masing-masing."
"Berkomunikasi bagaimana? Kita tidak punya alat untuk itu." Dorothy menatap Rei dengan raut wajah bingung. Rei segera menggunakan kekuatan telepatinya untuk terhubung dengan Dorothy dan Lucy. Dorothy sempat terkejut saat suara Rei mendadak mungkin di kepalanya.
Aku punya kekuatan untuk melakukan telepati, katanya. Membuat Dorothy melongo.
"Kau sungguh bisa melakukan telepati?" tanyanya. Lucy dan Rei menganggukkan kepalanya.
"Kita akan tetap terhubung dengan telepati ini."
"Baiklah. Aku mengerti. Sekarang ayo bergerak!"
Dorothy, Rei dan Lucy lantas beranjak meninggalkan ruangan tersebut. Mereka mulai pergi, berpencar ke titik yang telah Dorothy tunjukkan.
Elvina, William, Joe dan Luna melangkah memasuki gerbang. Keempatnya berhenti di sana dan menatap ke sekeliling. Namun tak selang beberapa lama setelah kedatangan mereka, para penjaga mulai menyadarinya dan segera menghampiri mereka.
Beberapa orang keluar dari dalam laboratorium. Ia berjalan menghampiri Joe, sementara dia meminta rekannya yang lain untuk melapor ke pusat keamanan.
"Wah, lihat siapa yang datang. Halo, Joe. Lama tidak bertemu. Apa ini?" Penjaga itu menatap ke arah Elvina, William dan Luna yang ada di sisinya.
"Kau datang dengan para buronan? Apakah kau sudah sadar dengan apa yang kau lakukan sampai-sampai kau datang dengan mereka untuk menyerahkannya pada kami? Profesor pasti akan sangat senang dengan ini, dan aku yakin dia pasti akan memaafkanmu."
"Kau salah. Aku datang bukan untuk membawa mereka," jawab Joe.
"Kami datang ke sini untuk membalas apa yang telah kalian lakukan!" Luna menatap mereka tajam. Para penjaga itu terkekeh mendengar ucapannya.
"Hahaha, humor yang lucu. Kalian berusaha untuk membalas apa yang kami lakukan ingat, jumlah kalian bahkan jauh lebih sedikit dibandingkan kami."
"Tapi kami akan menang!" sambar William.
"Kau begitu yakin, anak kecil?" Pria itu menyeringai mendengar kalimatnya.
"Kami akan menang, dan kalian akan membayar apa yang seharusnya kalian dapatkan!" Elvina menambahkan.
"Hentikan omong kosongnya, dan kita buktikan siapa yang akan menang. Tangkap mereka!" teriak pria itu. Para penjaga bergegas berlari menghampiri Elvina dan yang lainnya, hendak menangkap mereka. Elvina dan yang lainnya tentu tidak tinggal diam. Mereka langsung menyerang mereka dengan kekuatan masing-masing. Dan berusaha melindungi satu sama lain.
Joe menggunakan kekuatan listriknya. Menyerang para penjaga yang berusaha melukainya. Dia cukup kewalahan menghadapi jumlah mereka.
...***...