
...***...
"Derek..." Rei melongo melihat pria dalam foto itu. Begitu juga dengan Louis yang sama-sama terkejut dengan apa yang dilihatnya.
"Jadi, dia sungguh Derek? Itu artinya..."
"Dia adalah reinkarnasi darinya," ujar Louis.
"Lalu anak laki-laki yang aku lihat itu..."
"Mungkin itu adalah cucunya."
"Cucunya?" Rei mengerutkan kening. Ia beralih menatap pigura lain berisi foto pria tua tadi bersama dengan seorang anak kecil yang dilihatnya dengan kemampuannya. Anak itu sungguh orang yang sama yang dilihatnya. "Kau benar..."
"Ini cokelat panasnya, maaf membuatmu menunggu lama." Derek tua berjalan menghampiri tempat dimana Rei berada. Pria itu menghampiri meja lalu menaruh nampan berisi minumannya ke atas meja. Kedatangan lelaki itu langsung menyita perhatian Rei. Ia menoleh ke arah datangnya suara dan mendapati pria itu sedang sibuk menaruh mug berisi cokelat panas yang baru saja dia buat. Rei yang menyadari itu lantas beranjak dari tempatnya dan segera menghampiri Derek di sana.
"Kau Derek?" tanyanya. Pria itu tertegun. Ia spontan mendongak menatap Rei dengan raut wajah terkejut.
"Bagaimana kau tahu? Kita bahkan belum berkenalan, dan aku belum menyebutkan namaku sama sekali."
"Itu. Itu fotomu kan?" Rei menunjuk ke arah foto di pigura yang ada di atas rak. Derek menganggukkan kepalanya, masih dengan raut wajah bingung.
"Tunggu, jelaskan padaku kenapa kau bisa tahu aku?"
"Dengar! Mungkin ini tidak masuk akal. Tapi percaya atau tidak, aku berasal dari tahun 2020. Aku datang kemari karena aku berusaha menyelidiki vision yang aku lihat. Dengan kemampuanku itu, aku melihat kau memberikan kekuatan pada cucumu."
"Itu... Aku tidak mungkin memberikannya. Lagipula aku sudah menjadi manusia murni. Aku kehilangan kekuatanku. Lebih tepatnya aku menghapus kekuatanku begitu aku menikah. Aku hanya tidak ingin anak-anakku menjadi bagian dari para orang jahat itu."
"Jadi kau masih ingat dengan profesor?"
"Tentu saja. Jangankan sekadar ingat. Pria itu bahkan sering sekali menemuiku dan memintaku untuk datang ke laboratoriumnya."
"Apa? Itu artinya kau bersekongkol dengan mereka?"
"Kau salah. Aku justru adalah musuh mereka. Itu sebabnya aku menghapus kekuatanku. Lagipula, aku datang karena aku berencana untuk menghancurkan mereka dari dalam. Aku bahkan sering mengambil beberapa sampel ramuan dari laboratorium mereka untuk aku gunakan melawan mereka balik."
"Dengan kata lain..."
"Aku percaya kalau kau berasal dari masa lalu. Karena aku juga beberapa kali sempat melakukan penjelajahan waktu. Aku pernah ke masa lalu dan melihat diriku yang hidup di masa itu. Setelah aku melihat kehidupanku di masa lalu, aku jadi semakin berambisi untuk menghancurkan mereka. Tapi... Aku ingin tahu, kenapa kau bisa mengetahui ku? Dan kenapa kau bisa tiba-tiba melihat ramalan kalau aku akan mengubah cucuku yang merupakan seorang manusia murni menjadi evolver?"
"Dari apa yang aku lihat. Kau sempat berkata bahwa cucumu akan menjadi salah satu kunci yang akan membongkar segala kehancuran bagi mereka. Itu sebabnya, kau memberikan kekuatanmu padanya. Tapi sepertinya cucumu tidak tahu kalau dia mewarisi kekuatan yang kau miliki hingga dia besar, karena kau sempat memintanya untuk melupakan kalau dia memiliki kekuatan. Dengan kata lain, kau berusaha melindungi cucumu juga dengan membuatnya yakin bahwa dia adalah manusia murni."
...***...