Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 297 - Bukan untuk membantu!



...***...


Rei bangun dari tempat duduknya segera saat ia melihat Elvina dan William yang sedang dalam bahaya.


Rei menarik tas sekolahnya lalu pergi meninggalkan ruang makan yang kini hanya diisi oleh empat orang lain yang tersisa.


Pergi tanpa pamit, sudah menjadi hal yang biasa bagi Rei semenjak kedua orang tuanya melakukan tes DNA dan menuduhnya sebagai pembohong. Sampai saat ini, bahkan mereka masih enggan untuk berbicara dengannya.


Rei awalnya memang merasa berat dan sakit hati karena sikap mereka. Namun setelah adanya Louis, entah kenapa semuanya terasa seolah apa yang di alaminya bukanlah hal besar yang perlu ia cemaskan.


Rei mulai terbiasa dengan sikap keluarganya yang seperti itu.


Rei bergegas mengenakan helmnya, mengendarai motornya yang beruntung sudah diperbaiki oleh Louis.


El, Will… tunggu aku!



...*...


Brukk!


Elvina terhempas di tanah bersemen. Energinya terus menipis karena terus gagal menghadapi serangan Joe.


Elvina mendongak menatap lelaki yang kini berdiri di sana. Kedua tangan Joe terkepal dengan percikan listrik yang kini bermunculan pada kepalan tangannya.


"Kau sudah tidak bisa menghindar lagi! Aku akan menangkap kalian!" Joe mengangkat sebelah tangannya, siap untuk menyerang Elvina dan William agar ia bisa dengan mudah membawa mereka berdua.


Ciiittt…


Atensi mereka berdua mendadak tersita kedatangan Rei yang tiba di sana.


Rei mengerjap hingga iris matanya berubah warna menjadi abu-abu, dalam satu gerakan matanya. Joe terhempas jauh dari posisinya.


Brukk!


Tubuhnya tersungkur. Rei bergegas turun dari motornya, ia segera menghampiri Elvina yang dalam keadaan terluka di sana.


Dalam satu kedipan, matanya kembali berubah pada warna iris sebelumnya.


"Aku tidak apa-apa. Terima kasih karena sudah datang tepat waktu." Elvina bangun tergopoh-gopoh dengan bantuan Rei. "Will…"


Elvina beralih pandang pada adiknya yang tak sadarkan diri akibat serangan Joe yang tepat mengena tubuhnya tanpa bisa mengelak.


Elvina dan Rei jongkok di hadapan William. Elvina segera mengecek kondisi adiknya.


"Dia pingsan," gumamnya cemas.


"Ayo kita bawa dia pergi dari sini."


Bzzzttt!


Belum sempat Elvina dan Rei membawa William, Joe lebih dulu menyerangnya.


"Argh, sial. Seranganku meleset gara-gara tubuhku tidak seimbang," gumam Joe yang kini berhasil bangkit dari posisinya.


"Aku tidak akan membiarkan kalian lolos begitu saja." Joe mengangkat kedua tangannya dengan percikan listrik yang kini menyelimuti telapak tangannya.


Rei dan Elvina bangun, berdiri di depan tubuh William berusaha untuk melindunginya.


Keduanya mempersiapkan diri. Waspada untuk setiap serangan yang akan Joe lancarkan pada mereka. Namun belum sempat Joe menyerang, fokus mereka lebih dulu di sita oleh sekumpulan evolver penjaga yang mendadak muncul.


Rei dan Elvina membulatkan mata saat melihat sekumpulan evolver yang mendadak muncul.


Gawat, dia memanggil bantuan? Elvina cemas.


Tenang saja! Kita pasti bisa melarikan diri darinya, ujar Rei berbicara lewat telepatinya.


"Bagus kalian datang di saat yang tepat. Bantu aku untuk menangkap mereka dan membawanya kembali ke laboratorium." Joe tersenyum menatap kedatangan beberapa evolver penjaga yang di kenalnya.


"Kami di sini bukan untuk membantumu menangkap mereka!" Salah satu evolver berujar.


Rei dan Elvina terkejut di buatnya, pun Joe yang kini mengerutkan kening tak mengerti dengan ucapan salah satu kenalannya tadi.


"Kalian tidak datang untuk membantuku?" tanyanya.


...***...