Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 601 - Diskusi



...***...


Jean dan Daniel berjalan menyusuri koridor hingga akhirnya mereka tiba di depan pintu ruang kerja mereka. Begitu tiba, mereka segera mendorong pintu dan melangkah masuk.


"Ethan!" panggil mereka yang dalam sekejap membuat lelaki itu beralih fokus ke arah datangnya suara.


"Jean, Daniel? Kenapa kalian sudah pulang?" Ethan menatap kedua rekannya dengan raut wajah terkejut. Kedatangan mereka benar-benar sungguh mendadak, padahal beberapa jam yang lalu mereka masih sibuk mengerjakan misi.


"Mana mungkin kami diam saja sementara kami mendengar sesuatu terjadi mengenai Lucy!" Jean menghampiri lelaki itu dengan Daniel di sampingnya.


"A-apa? Jadi kalian mendengarnya?"


"Jangan pura-pura tidak tahu. Kau juga sadar kami mendengar ucapanmu kan?" Daniel menatapnya penuh selidik.


"Kenapa kau tidak menjelaskan semuanya pada kami?" Jean menimpali.


Ethan terdiam untuk sesaat sebelum akhirnya lelaki itu menghela napas panjang.


"Bukannya aku tidak mau menjelaskan semuanya pada kalian. Tapi aku hanya tidak ingin kalian cemas dengan keadaan Lucy dan Aland. Selain itu, sir. Nic juga tidak memberiku izin menyampaikan hal ini pada kalian. Tapi…, aku berubah pikiran."


"Huh?" Jean dan Daniel mengerutkan kening.


"Aku pikir, kalian juga harus tahu. Karena mungkin ini akan menjadi jalan agar kita bisa membantu Lucy dan Aland."


"Apa maksudmu?"


"Jelaskan yang betul! Jangan setengah-setengah."


"Terjadi sesuatu yang buruk pada Lucy dan Aland. Saat aku sedang mengawasi mereka, secara tiba-tiba aku menyadari sesuatu. Kapal yang membawa mereka mendadak bergerak begitu cepat, setelah itu aku kehilangan koneksi dengan mereka yang membuatku tidak bisa menghubungi mereka sampai sekarang."


"Benarkah?" Jean dan Daniel membelalakkan mata.



Ethan mengangguk lemah.


"Maka dari itu, aku cemas sekali. Aku takut terjadi sesuatu dengan mereka."


"Pantas saja sejak tadi aku jadi tidak tenang," gumam Jean. Daniel mengangguk, ia juga merasakan hal yang sama dengan yang Jean rasakan.


"Lalu sekarang kenapa kita diam saja? Kita harus secepatnya pergi dan membantu mereka! Apakah kau tidak bisa melacak dimana mereka berada?"


"Aku sudah mengecek lagi, dan mereka hilang di perairan yang letaknya cukup jauh dari tempat terakhir mereka berangkat."


"Lantas kenapa diam saja? Kau tunggu apa lagi? Ayo kita berangkat dan bantu mereka!" Desak Daniel.


"Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Nico melarangku untuk pergi, beliau bilang bahwa beliau akan mencari agen lain untuk terbang ke Indonesia dan mencarinya."


"Tidak bisa! Kalaupun orang yang harus menolong mereka adalah aku dan Daniel! Kami adalah sahabatnya Lucy, dan kami yang paling mencemaskan keadaannya." Jean mengepalkan tangannya.


"Maka dari itu, aku pikir kalian mungkin bisa coba untuk membujuk sir. Nic."


"Kami akan coba bicarakan hal ini dengan sir. Nic." Daniel beranjak dari tempat duduknya.


"Aku juga akan membantumu bicara. Tidak mungkin aku diam saja sementara tahu terjadi sesuatu dengan sahabatku! Ayo kita pergi Daniel!" Jean beranjak dari tempatnya dengan Daniel. Mereka harus membicarakan hal ini pada Nico dan meminta agar lelaki itu memberikan izin pada mereka untuk pergi ke Indonesia dan menyusul Lucy.


Bagaimanapun, Jean dan Daniel tidak akan tenang. Apalagi setelah mereka mendengar terjadi sesuatu terhadap sahabat baik mereka. Lucy.


Aku harap mereka berhasil membujuk Nico…


...***...