Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 572 - Jejak di hutan



...***...


"Mungkin kau seperti itu karena Dorothy akhir-akhir ini tidak terlalu memperhatikan mu dan terlalu sibuk dengan Derek dan Joe."


"Huft~ apa mungkin seperti itu?" Luna menghela napas dengan wajah murung.


"Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan. Nanti kau bisa-bisa sakit." Fero berusaha membuatnya menjadi lebih tenang.


"Betul! Lebih baik kita nikmati pemandangan ini, dan kita hirup udara segar sepuas-puasnya." Daisy merentangkan tangannya. Ia menengadahkan kepalanya sambil memejamkan mata dan menghirup udara pagi yang segar.



...*...


Elvina dan yang lainnya akhirnya tiba di pulau. Dimana mereka melihat Arleta menculik Rei dan membawanya pergi.


"Mereka tidak ada!" Elvina menghampiri sekoci yang mereka lihat dengan wajah cemas.


"Sepertinya dia sudah membawanya ke hutan!" Lucy menatap jejak yang mereka lihat.


"Ayo kita kejar!" William menggunakan kekuatannya. Ia berlari secepat mungkin masuk ke dalam hutan dengan diikuti oleh Elvina dan yang lainnya dari arah belakang.


Tapi begitu mereka tiba di hutan, belum sampai sepenuhnya di dalam, mereka sudah kehilangan jejak yang mereka lihat.


Jejak itu menghilang tepat beberapa meter dari arah bagian depan hutan.


"Jejaknya berhenti di sini." William menatap jejak terakhir yang mereka lihat.


"Bagaimana ini? Aku khawatir terjadi sesuatu padanya."


"Sepertinya dia sengaja melakukan ini agar kita tidak bisa menemukannya," tutur Aland.


"Kalau seperti ini jadinya, kita tidak akan bisa menemukan jejaknya, dan kita tidak akan pernah menemukan Rei!"


"Kita harus memikirkan cara untuk menemukannya!" kata William.


"Kalau begitu kita berpencar. Kalian ke sana, dan kami akan ke sana!" Aland memutuskan.


"Baiklah. Kita bertemu lagi di sini!"


Elvina lalu menarik adiknya dan berjalan ke arah yang berbeda dengan Aland dan Lucy. Mereka harus bekerja sama agar bisa menemukan Rei lebih cepat.


...*...


Melinda terus berjalan bersama Andrich. Mereka kini menyusuri koridor menuju ruangan Andrich.


Tiba di sana, Melinda segera mencari obat yang mereka butuhkan.


"Dimana kau bisa menyimpan obatnya?" tanya Melinda sambil mengobrak-abrik seluruh rak dan meja yang ada dalam ruangannya.


"Aku selalu menaruhnya di laci meja."


Melinda segera berlari menuju laci meja. Tapi ia sama sekali tidak bisa menemukan apa yang mereka cari.


"Tidak ada! Aku tidak bisa menemukan—" Melinda mendadak diam. Begitu berbalik, ia sudah kehilangan Andrich.


"Andrich? Andrich!" Melinda mulai panik. Wanita itu menatap borgol dalam genggamannya, dan satu bagian borgolnya kosong. Entah sejak kapan Andrich pergi.


"Sial! Dia menggunakan kekuatannya lagi untuk melarikan diri." Melinda segera berlari menuju pintu keluar.


"Aku harus mencarinya sebelum tuan menyadari ini semua!" Melinda berlari sepanjang koridor, berharap bisa menemukan Andrich secepatnya sebelum tuannya sadar akan hal ini.


Sementara itu, Andrich dengan kekuatannya. Ia melarikan diri dengan mengubah dirinya menjadi asap dan pergi secepat mungkin.


Sistem neurotransmitter dalam tubuhnya yang tidak stabil membuatnya benar-benar kehilangan kendali atas dirinya sendiri.


"Aku benar-benar tidak bisa mengendalikan tubuhku. Sepertinya aku tidak ada cara lain!" Andrich mengubah wujudnya kembali.


...***...