Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 326 - Bullying



...***...


Rei masuk ke dalam ruang BK setelah mengetuk dan di persilahkan masuk. Di dalam sana, ia melihat sekelompok lelaki yang telah menyebarkan rumor lengkap dengan seorang gadis yang mana merupakan orang yang telah menulis dan mempublikasikannya di forum sekolah.


"Duduk." Pak Riki memintanya untuk duduk. Rei beranjak menghampiri salah satu kursi yang ada di sana. Rei menatap ke atas mejanya.


Riki sudah memegang semua barang bukti yang telah di kumpulkan Miranda, lalu di berikan padanya oleh Marcell.


"Bapak ingin tanya apakah mengenai rumor ini…"


"Semua ini tidak benar, pak." Rei memotong sebelum lelaki itu melanjutkan kalimatnya sampai akhirnya.


"Saya bisa jelaskan semuanya pada bapak mengenai apa yang terjadi." Rei melirik pada Lionel yang terduduk berdekatan dengannya.


"Baiklah, kalau begitu ayo jelaskan biar bapak tahu cerita versimu juga."


Rei mulai menjelaskan semuanya, dari awal. Ketika ia masih duduk di bangku SMP dan segala hal yang di alaminya. Sementara itu, semua orang yang ada di dalam sana mendengarkan dengan seksama setiap penjelasan mendetail dari Rei.



"Dan mereka sudah melakukan bullying terhadapku saat pertama kali aku masuk." Rei mengakhiri kalimatnya. Ia tertunduk dengan tangan gemetar, emosinya jujur saja bergolak seperti kawah gunung berapi yang hendak memuntahkan seluruh lahar panasnya.


Semua orang melongok, tidak terkecuali gadis yang telah menulis artikel tentang dirinya dan Riki selaku guru yang ditunjuk menangangi kasus seperti ini.


"I… itu tidak benar, pak!"


"Dia berbohong!"


Dua di antara mereka menyangkal tuduhan Rei yang mengatakan bahwa mereka sudah melakukan tindakan bullying terhadapnya selama tahun pertamanya masuk.


"Aku tidak berbohong, kalau pun bapak tidak percaya. Saya ingin meminta teman-teman sekelasnya untuk bersaksi!" Rei mendelik tajam ke arahnya. Kedua wajah lelaki itu berubah pucat dalam seketika.


"T… tidak bisa! Bagaimana kalau kalian sudah bersekongkol sebelumnya?!" Yang lain ikut tidak setuju.


"Kenapa kalian semua harus takut kalau hal yang aku ceritakan itu tidak benar?"


"H… huh?" Semua wajahnya berubah pucat dengan bibir yang dalam sekejap terkatup tanpa kata yang terlontar sedikit pun. Mereka mati kutu, ucapan Rei tepat mengenai sasaran.


"Rei benar. Kenapa kalian harus takut kalau itu tidak benar?" Riki melontarkan kalimat yang sama hingga membuat mereka terpojok.


Riki keluar sebentar lalu segera mencari siswa untuk memanggil anak-anak kelas mereka untuk menjadi saksi.


"Bapak akan menindak lanjuti kasus ini," ujarnya pada semua orang yang ada di dalam sana.


Tidak lama, mereka di minta untuk menunggu di luar ruang BK sementara penyelidikan di mulai.


Riki meminta guru wali kelasnya yang dulu untuk ikut dalam penyelidikan yang hendak ia lakukan, ia juga menanyai setiap siswa yang ada satu persatu agar bisa menilai keadaan secara jelas.


Sekelompok lelaki yang dulu melakukan tindakan perundungan padanya terlihat mulai panik saat semua teman sekelasnya mulai ditanyai satu persatu.


Rei hanya diam dengan berusaha untuk tenang walaupun ia benar-benar tidak bisa menunggu hasilnya. Ia benar-benar penasaran akan apa yang selanjutnya akan di lakukan oleh Riki sebagai akhir penyelesaian masalahnya.


"Aku harap mereka mendapatkan apa yang seharusnya mereka dapatkan," gumam Rei pelan.


...***...