Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 473 - Klik!



...***...


Joe membuka kedua matanya spontan.


Ia membelalakkan mata begitu terbangun dan sadar bahwa apa yang dialaminya barusan hanyalah sebuah mimpi.


Napasnya menderu, jantungnya berdebar-debar, dan keringat mengucur deras hingga membasahi seluruh permukaan wajahnya.


"Huft~" Joe menghela napas pelan sambil mengusap wajahnya sedikit kasar.


"Ternyata hanya mimpi," gumamnya pelan.



Joe berusaha menenangkan dirinya. Ia beranjak bangun dari ranjang, dan berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci wajahnya sekaligus menyadarkan diri bahwa apa yang baru saja dilaluinya adalah mimpi belaka.


Tiba di kamar mandi, ia segera mencuci wajahnya dengan air di wastafel.


Joe terdiam sesaat setelah berulangkali membasuh wajahnya.


Kepalanya mendongak menatap cermin.


Kenapa aku bisa bermimpi seperti itu? Mimpinya benar-benar mengerikan. Derek tiba-tiba berubah menjadi orang lain.


Joe berusaha mencerna setiap kejadian dalam mimpinya sambil menatap lekat dirinya di cermin.


Fokus Joe mendadak beralih saat ia menyadari sesuatu yang ganjil.


Joe mendekatkan wajahnya ke arah cermin untuk melihat lebih jelas, sesuatu yang dianggapnya ganjil.


Apa itu? Kenapa aku seperti melihat tangan? Joe mengerutkan kening. Ia melihat sebuah tangan yang terulur ke arah dirinya.


Tangan yang dilihatnya berasal dari arah kedua iris matanya. Semakin lama, Joe semakin merasa tangan itu mendekat ke arahnya.


Greb!


Secara tiba-tiba tangan keluar dari cermin dan mencengkeram erat kerah bajunya.


Joe panik bukan main, dan berusaha keras untuk memberontak untuk melepaskan diri dari tangannya yang mencengkram tangannya.


"Arghh!" Joe semakin memberontak hingga akhirnya berhasil lepas.


Brukk!


Joe termangu menatap cermin sambil berusaha mengatur napasnya yang tak beraturan.


Otaknya masih berusaha memproses setiap kejadian yang barusan.


"A… apa itu tadi? Apakah itu benar-benar tangan? Atau aku hanya berhalusinasi?" Joe bangun tertatih sambil berjalan menghampiri cermin.


Ia meraba cermin yang ada dihadapannya dan memastikan bahwa tangan tadi benar-benar tidak ada.


Sepertinya aku berhalusinasi, pikir Joe yang masih belum percaya dengan apa yang dialaminya.


Di sisi lain, Louis baru saja berhasil keluar dari mimpi Joe lewat iris matanya yang terpantul dari cermin.


Ia melangkah keluar dari dalam ruang kamar mandi, meninggalkan Joe seorang diri di dalam sana.


"Jadi di sini, dia menyembunyikan William?"


Louis terus berjalan menyusuri setiap ruangan yang ada di sana.


Ia tiba di kamar Joe, terus melangkah hingga tiba di luar kamarnya.


Louis terus mengedarkan pandangannya sambil terus berjalan mencari William yang di sekap Joe di sana.


Ini bukan laboratorium. Berarti, Joe menyekap William masih di Jakarta dan belum membawanya ke laboratorium.


Louis terus melangkah menyusuri setiap ruangan hingga menemukan sebuah ruangan yang tertutup rapi. Ruangan itu adalah ruangan tempat dimana William di sekap.


Louis melangkah masuk ke dalam ruangan itu tanpa membuka pintu.


Tiba di dalam, ia bisa melihat William yang terbaring dengan berderai air mata. Lelaki itu baru saja bangun dari mimpinya setelah Louis meninggalkannya sendirian di dalam Dreaworld.


Di sini begitu gelap. Joe benar-benar membuat William merasa terisolasi dengan sama sekali tidak memberikannya cahaya sedikitpun.


Louis menoleh ke sekeliling ruangan, mencari saklar lampu untuk menyalakan ruangan tersebut.


Klik!


Lampu menyala.


...***...