Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 741 - Membalas dendam!



...***...


Beruntung Lusia berada di pihaknya dan dia sudah berhasil membangunkan kekuatan yang ada di dalam tubuh wanita itu. Karena kalau tidak, itu akan menjadi bencana besar baginya karena harus melawan Rei yang sudah jelas-jelas memiliki kemampuan luar biasa. Bahkan walaupun lelaki itu terlihat lemah seperti sekarang, Martin bisa memastikan kalau Rei akan bisa bertahan sampai akhir dari pertarungan mereka.


"Martin!" Fokus semua orang mendadak beralih ke arah datangnya suara. Dari arah belakang Martin, mereka semua bisa melihat Cato yang kini berjalan pincang dengan penampilan kacau dan beberapa darah mengucur di tubuhnya. Lelaki itu berhasil selamat dari maut yang mengancamnya.


"Cato."


"Kita berhasil? Kita berhasil membangkitkan kekuatan di tubuhnya? Bagus! Sekarang kita akan bisa dengan mudah mengalahkan mereka." Cato tersenyum sambil terus berjalan menghampirinya. "Kita kalahkan mereka dan bawa mereka semua untuk kita jadikan alat!"


Martin melirik ke arahnya dengan tatapan dingin. Ide Cato sudah lebih dulu muncul di kepalanya sebelum lelaki itu mengatakannya. "Terima kasih untuk idenya. Tapi sayangnya aku sudah memikirkan itu sejak awal, dan aku rasa aku tidak membutuhkanmu lagi."


"Apa? Apa maksudmu?"


"Lusia!" Martin melirik pada wanita di sampingnya. Lusia beradu pandang dengan Martin yang baru saja memanggil namanya. "Bunuh dia!"


Martin menunjuk Cato yang mendadak berhenti di tempatnya dengan mata terbelalak. Ia tidak percaya dengan apa yang baru saja terlontar dari mulutnya. "Baik, prof..."



Lusia berbalik dan berjalan menghampiri Cato. Lelaki itu spontan bergerak mundur ketika menyadari Lusia berjalan menghampirinya. "Apa yang kau lakukan! Kenapa kau melakukan ini padaku? Apakah kau lupa kalau kita adalah partner?!"


"Kita memang rekan, tapi sayangnya aku sudah tidak membutuhkanmu lagi. Aku sudah memiliki apa yang aku butuhkan, dan kau sudah tidak berguna lagi untukku. Jadi bukankah lebih baik aku membunuhmu daripada aku menjadikanmu sebagai alatku?" Martin menyeringai. Pria itu sama sekali tidak merasa bersalah ataupun kasihan padanya.


"Kau... Dasar kau pengkhianat!" Cato terus bergerak mundur penuh ketakutan. Kecewa? Tentu saja. Lelaki itu sangat kecewa karena Martin berani mengkhianatinya. Bahkan dia meminta ciptaannya sendiri untuk membunuhnya.


Lusia terus bergerak makin mendekat ke arahnya berada. Hal ini kian membuatnya panik bercampur ketakutan. Tubuhnya semakin gemetar dengan keringat yang bercucuran membasahi seluruh tubuhnya. "Lusia, tolong jangan lakukan ini! Aku adalah orang yang sudah menciptakanmu, dan aku juga yang sudah membuatmu berada di dunia ini. Kalau kau membunuhku, maka kau akan menyesalinya."


Lusia sama sekali tidak mendengarkannya, dia terus melangkah dengan tangan yang kini bergerak di udara. "Dia hanya akan mendengarkanku, karena aku adalah orang yang sudah memberikannya kekuatan!"


"Kau! Aku tidak akan pernah memaafkanmu! Aku akan membalasmu Martin! Aku akan membalasmu. Aku bersumpah!"


"Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Karena aku akan membunuhmu lebih dulu sebelum kau sempat membalasku!"


"Aku tidak akan tinggal diam!" Cato berbalik dan berlari sekuat tenaganya walaupun dengan sedikit pincang. Di sisi lain, Lusia dengan cepat menggerakkan tangannya, mengumpulkan cairan metal dari pakaiannya dan membentuk benda itu menjadi sesuatu yang tajam.


"Jangan biarkan dia lolos!"


...***...