
...***...
"Mengatur ulang? Maksudmu?" Miles menatap kembarannya itu dengan raut wajah bingung. Dia tidak paham dengan apa yang dia maksud dengan mengatur ulang.
"Kau tahu apa yang aku maksud kan?" Martin lagi-lagi hanya tersenyum penuh arti. Meninggalkan tanda tanya dengan rasa penasaran di benak kembarannya itu. "Reset!"
Miles membelalakkan kedua matanya begitu mendengar apa yang baru saja dikatakan Martin. Dia sungguh tidak percaya. Saudara kembarnya baru saja mengatakan kata 'reset?'
"Kau bilang, reset?" tanyanya masih dengan otak yang berusaha mencerna setiap kalimat saudara kembarnya. Martin menganggukkan kepalanya pelan. "Kau tidak salah bicara?"
"Tidak. Kau dengar dengan jelas, kan?"
"Itu artinya... semua ingatan mereka akan menghilang?"
"Iya. Begitu mereka bangun, mereka tidak akan pernah bisa mengingat apa yang telah terjadi hari ini lagi. Oh benar! Aku hampir lupa. Aku akan mengatur waktu bangun mereka menjadi tahun depan, dengan begitu mereka akan siap untuk masa inkubasinya." Martin mengatur ulang alat itu dan menyimpan pengaturan waktu bangun di satu tahun mendatang.
"Maksudmu mereka akan tetap di biarkan di dalam sini hingga tahun depan? Lalu bagaimana dengan pertumbuhan mereka dan nutrisi yang harus di serap tubuh mereka?"
"Kau tidak perlu mencemaskan itu. Alat ini sudah aku persiapkan untuk mengatasi masalah tersebut. Nanti ketika dia bangun, dia akan bangun dengan tubuh yang sehat, dan nutrisi untuk tubuhnya juga akan tetap terpenuhi. Alat ini juga akan secara otomatis memenuhi gizi yang memang harus mereka dapatkan. Genius bukan?"
"Sekarang kita hanya menunggu sampai mereka benar-benar siap untuk menjalani masa inkubasinya." Martin tersenyum simpul. Ia lantas berbalik meninggalkan Miles yang kini terdiam di tempatnya. Miles menoleh ke arah tabung dimana Joe dan Derek terbaring dalam keadaan tidak sadarkan diri.
"Kalau begitu, sampai jumpa satu tahun lagi," gumamnya. Ia lantas berbalik mengikuti Martin dari arah belakang.
...*...
"Arghhh..." Dorothy mengerang menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya. Dia membuka kedua matanya perlahan. Pandangannya kabur, dia tidak bisa melihat semuanya dengan jelas sampai ia mengerjapkan mata beberapa kali. Dorothy berusaha untuk bangun dengan tertatih. Beberapa bagian tubuhnya mengeluarkan darah dari luka yang di dapatnya. "Sshh... sekujur tubuhku rasanya sakit... Aku sepertinya berhasil melarikan diri dari mereka... Tapi, aku masih harus menyelamatkan Joe dan Derek. Dengan kondisiku yang seperti ini, tidak mungkin aku kembali, terlebih sepertinya para penjaga masih berusaha untuk menangkapku. Tidak mungkin mereka diam saja, kan? Pertama-tama lebih baik aku bersembunyi di suatu tempat dan merawat lukaku hingga sembuh, setelah itu baru aku menyusun rencana untuk menyelinap dan mencari Joe dan Derek."
Dorothy beranjak dengan tertatih. Dia membungkuk perlahan mengambil pisau bedahnya yang jatuh cukup jauh dari tempatnya terbaring. Dia menggenggam benda itu dan melangkah pergi. Sebisa mungkin dengan menghilangkan jejaknya agar orang-orang berhenti mencarinya.
Di sisi lain, para penjaga masih terus mencarinya. Mereka kebingungan mencari Dorothy yang jatuh namun sama sekali tidak bisa mereka temukan dimana lokasinya. Sampai akhirnya waktu berlalu.
Dorothy berhasil bertahan, dan bersembunyi dari kejaran mereka. Bahkan dalam beberapa tahun, dia sudah berhasil menciptakan tempat persembunyian yang benar-benar aman yang dapat melindunginya dari kejaran para penjaga yang mengejarnya.
...***...