Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 612 - Derek dalam ingatan Rei



...***...


"Sejak saat itu, aku sadar dan menyesali segala pertengkaran yang telah terjadi di antara aku dan dia. Dan aku jadi berharap bisa bertemu lagi dengan adikku. Setelah itu, aku jadi berpikir bahwa aku mengerti apa yang di rasakan oleh Elvina ketika aku menjauhkan William darinya. Aku jadi sadar bahwa terpisah dari saudara itu tidak enak, dan itu pasti sangat berat bagimu."


"Kau sudah tahu itu, tapi kenapa kau terus melakukannya?"


"Karena aku tidak punya pilihan. Aku terus di telan oleh profesor untuk mengikuti keinginannya. Maka dari itu, aku terus mengikutinya. Sampai kemudian kalian berusaha menyelamatkan William dengan menyusun rencana dan membebaskannya. Tapi setelah itu, salah satu penjaga yang di tugaskan profesor datang dan memberitahukan padaku bahwa Derek sudah berada di tangan mereka…"


"…Seperti yang kalian ketahui, aku di tekan untuk membawa William. Tapi akhirnya aku memutuskan untuk membebaskannya karena aku tidak ingin apa yang aku rasakan di rasakan oleh orang lain."


"Ya, kami mengerti."


"Apa yang terjadi setelah kau membiarkan kami melarikan diri?" tanya Rei.


"Aku menggunakan helikopter yang mereka bawa dan segera pergi ke pulau seberang untuk membebaskan Derek. Tapi aku sempat tertangkap, dan aku melihat Derek sudah tidak sadarkan diri di tangan mereka."


Joe menjelaskan segala yang telah dialaminya pada Rei dan yang lainnya secara mendetail, mengenai kejadian bagaimana usahanya melarikan diri dan menyelamatkan Derek sampai akhirnya bisa tiba di pulau ini dan bertemu dengan yang lainnya.


Rei dan teman-temannya mendengarkan dengan seksama sampai akhirnya Joe benar-benar selesai menjelaskan semuanya.


"Sepertinya kau sangat menyayangi adikmu…"


"Bagaimana tidak? Dia adalah satu-satunya keluarga yang aku miliki. Rasa sayangku sama seperti rasa sayangmu pada adikmu," ucap Joe membalas kalimat Elvina.


"Dan rasa sayang kami sebagai kakak beradik sama besarnya seperti rasa sayang kami untuk Rei." William menambahkan.


"Omong-omong, bolehkah kami bertemu dengan adikmu?" tanya Rei.



Tiba di dalam kamar, Elvina dan yang lainnya bisa melihat Derek yang terbaring tak sadarkan diri di atas ranjang. Lelaki itu masih terpejam di sana.


Rei mendadak diam saat ia melihat Derek. Kepalanya kembali terasa sakit dan ucapan lelaki yang sempat di dengarnya kembali terdengar. Ia kembali melihat potongan ingatannya, dan kali ini dia melihat wajah Derek di sana.


"Rei, kau baik-baik saja?" Elvina menatapnya dengan raut wajah cemas.


"Apa lagi yang kau ingat?" tanya Lucy.


"Dia. Aku pernah bertemu dengan Derek juga," gumam Rei.


"Sungguh?" Elvina menatapnya terkejut.


"Iya. Aku tidak tahu bagaimana persisnya. Ingatanku masih samar-samar. Tapi aku bisa melihat wajahnya dengan jelas, dia juga sempat mengatakan sesuatu padaku."


"Apa yang dia katakan saat bertemu denganmu?" tanya Joe.


"Dia bilang seperti ini. 'Jangan takut. Aku tidak akan menangkapmu. Pergilah…,' begitu yang dia katakan."


Elvina dan yang lainnya mengerutkan kening. "Kenapa Derek berbicara seperti itu?"


"Apakah jangan-jangan, dia bicara seperti itu saat kau melarikan diri?" gumam Elvina menebak-nebak.


"Tidak mungkin." Joe.


...***...