
...***...
Lusia mendaratkan kedua kakinya di tanah. Berjalan mendekat ke arah Rei yang kini terduduk dalam kondisi kesakitan. Serangan Lusia tadi cukup kuat. Tubuhnya bahkan sampai terasa sakit, terlebih karena kondisi Rei yang lemah akibat pertarungan sejak tadi, membuat Rei cukup kesulitan untuk memulihkan kembali energinya.
Baru saja Rei berhasil mengambil napas. Lusia tiba-tiba kembali menyerangnya. Wanita itu mengangkat tubuh Rei dan melemparkannya hingga membuat Rei terlempar ke dalam hutan.
"Aku tidak mengerti sebenarnya apa tujuan kalian mengganggu kami? Apakah kalian berencana untuk menghancurkan semua usaha kami?" Lusia berjalan mendekat ke arah dimana Rei berada. Dia menatap lelaki itu tajam. Rei hanya bisa menahan sakit sambil mendongak memandanginya dengan napas terengah-engah.
"Sadarlah... Kau berpihak pada orang yang salah! Lelaki yang kau ikut setiap perintahnya adalah orang jahat!"
Bugh!
Lusia tanpa peringatan langsung melayangkan tinjunya ke arah Rei hingga membuat lelaki itu terkapar dengan hidung berdarah. Lusia bergerak menindih tubuhnya dan menghantam Rei berulang kali dengan pukulannya. Setiap serangan Lusia begitu kuat. Pergerakannya juga sangat kuat, bahkan beberapa bagian wajah yang diserangnya sampai mengeluarkan darah.
"Aku akan menghukum setiap orang yang menjelek-jelekkan pria yang sudah membesarkan ku dan memberikanku keistimewaan ini! Kalau perlu akan aku bunuh mereka satu persatu dengan tanganku sendiri."
Bugh!
Lusia kembali menyerangnya. Rei berusaha untuk menahan serangannya dengan kedua tangan. Tapi hal itu sama sekali tidak berguna. Pukulannya begitu kuat... Aku tidak mungkin bisa melawannya... Aku tidak ingin melukai Lusia. Aku tidak mungkin tega melukai orang yang aku cintai... Tapi aku juga tidak mungkin membiarkannya begitu saja. Aku tidak mungkin diam saja dan membiarkannya menghajarku hingga aku terbunuh. Aku harus mencari cara untuk bisa menyadarkan Lusia dan membuatnya kembali ingat denganku...
...*...
"Dia sedang mencoba menyadarkan Lusia," ujar lelaki albino yang tak lain adalah dirinya dari masa depan yang juga datang bersama Rei dari masa depan.
"Tapi aku tidak menemukannya sejak tadi. Aku takut terjadi sesuatu dengannya. Kondisi tuan dalam keadaan buruk, sementara Lusia masih memiliki banyak energi untuk menyerangnya... Di tambah, aku takut tuan tidak bisa menyerang Lusia karena dia orang yang dicintainya..."
"Tidak ada yang perlu dicemaskan. Aku yakin dia bisa mengatasinya. Sekarang lebih baik kau bantu kami di sini." Louis lain kembali membantu Rei dari masa depan untuk menyerang para penjaga yang terus berdatangan semakin banyak. Mereka terus menyerang mereka.
Beberapa kloning yang dibuat Rei dari masa depan sampai terluka cukup parah dan. Berakhir menghilang. Walaupun begitu, mereka masih tetap bisa mengatasi serangan mereka.
Brukk!
Tessa tersungkur saat salah satu penjaga menyerangnya. Trish yang menyadari wanita itu jatuh, bergegas berlari untuk membantunya. Sementara berusaha untuk membantu wanita itu, Trish sama sekali tidak sadar dengan kejadian penjaga lain yang berusaha menyerang mereka dari arah belakang. Tapi beruntung sebelum sempat penjaga itu menyerang mereka, Luna langsung datang dan membantunya.
"Yang tadi itu hampir saja..." gumam Trish sambil menghela napas lega.
"Kalian tidak apa-apa?" tanya Luna.
"Kami baik..."
...***...