Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 378 - Menemukan Jessy



...***...


Derek dan Pricilla menghampiri meja penerima tamu di sana dan segera menanyakan mengenai tamu hotel bernama Jessy Medellin.


Pegawai hotel menolak memberitahu kamar yang di tempati oleh wanita itu, dan sebagai gantinya, Derek meminta Jessy untuk menemuinya di lobi.


"Derek?" panggil Jessy ketika ia tiba di sana dan melihat lelaki yang jadi teman dari kekasihnya itu datang mencarinya.


Fokus Derek dan Pricilla beralih pada wanita cantik yang memiliki perawakan bak model dengan rambut cokelat indah yang tergerai.


"Jessy." Derek dan Pricilla bangun dari sofa yang mereka duduki.



"Hi! How are you? Long time no see." Pricilla menyalami Derek.


"Hello. I am fine. Ya, memang sudah sangat lama kita tidak bertemu. Omong-omong kenalkan, ini adalah temanku Pricilla. Dan Pricilla, ini adalah Jessy." Derek memperkenalkan Pricilla. Keduanya berjabat tangan seraya memperkenalkan diri masing-masing.


"By the way, ada apa kau mencariku?"


"Aku yakin, Nils sudah mengabarimu beberapa waktu lalu."


"Oh. Aku benar-benar lupa soal itu, jadi kalian datang untuk meminta alamat sepupunya yang tinggal di Finlandia?"


"Ya, tepat sekali!"


"Sebentar, biar aku catat alamatnya." Jessy menghampiri meja penerima tamu dan meminta si pegawai yang berdiri di sana guna meminjam bolpoin dan kertas untuk menuliskan alamat yang di minta Derek.


"Ini," kata Jessy sembari menyodorkan secarik kertas berisi alamat di tangannya pada Derek.


"Thanks. Sudah sangat lama aku dan Pricilla mencarimu." Derek tersenyum.


"Kau pasti mencariku ke Oslo 'kan?"


"Ya, dan kami dapat informasi dari tetanggamu kalau kau tidak ada di sana. Dia bilang kau sedang menghadiri seminar di London. Jadi aku langsung terbang ke London."


"Ya. Kami sudah berkunjung ke universitas tempatmu menghadiri seminar selama lima kali, tapi kami tidak menemukan keberadaanmu sama sekali, lalu akhirnya tadi kami memutuskan untuk mendatangi tempatmu lagi, dan syukurnya kami bertemu dengan Nicole yang kebetulan tahu dimana kau menghadiri seminarnya. Dia mengantarkan kami hingga kemari."


"Nicole? Syukurlah, dia adalah teman semasa kuliahku. Kalian bertemu dengannya? Aku akan berterima kasih padanya karena sudah mengantarkan kalian sampai kemari. Maaf karena sudah membuat kalian kebingungan mencariku, aku sungguh tidak tahu kalau akan ada pergantian tempat dari yang telah di jadwalkan. Sebagai permintaan maafku, bagaimana kalau kita makan malam bersama? Kebetulan malam ini aku kosong."


"Maaf membuatmu kecewa, tapi kami sedang buru-buru dan harus segera terbang ke Finlandia."


"Secepat ini? Memangnya ada apa?"


"Ada urusan mendesak yang mengharuskan kami pergi, dan kami sudah terlalu lama menunda karena kedatangan kami ke London ini."


"Oh, astaga aku benar-benar minta maaf. Ini semua salahku."


"Tidak apa-apa."


"Tapi kenapa kalian tidak coba menghubungiku? Kalau saja, kalian menghubungiku, kalian tidak perlu menunda perjalanan kalian seperti ini."


"Kami kehilangan dompet dan ponsel kami. Selain itu, aku tidak ingat nomormu, dan aku tidak bisa menghubungi Nils."


"Begitu rupanya…"


"Kalau begitu kami pergi sekarang."


"Baiklah, hati-hati di jalan. Lain kali, kalau kita bertemu lagi aku akan mentraktir kalian makanan enak sebagai permintaan maaf."


"Ya. Jaga dirimu, dan tolong sampaikan terima kasihku pada Nils."


"Baiklah."


"Bye."


...***...