Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 561 - Gudang penyimpanan



...***...


"Bagaimana caranya kita bisa ke sini, sedangkan pasti ada banyak sekali penjaga di sekitar sini 'kan?" William menunjuk salah satu tempat yang tampil di layar hologram pada thorny bites milik Lucy.


"Bukan hanya itu, kita juga tidak mungkin bisa bergerak secara bebas. Maksudku, walaupun kita sudah berhasil menemukan titik keberadaan Melinda dan Andrich, bukan berarti kita bisa bergerak seenaknya dengan mendatangi mereka, karena kita sekarang ini berada di dalam kapal yang isinya adalah para penjaga semua. Kalau kita membuat sedikit saja kegaduhan, maka kita sendiri yang akan berakhir dalam bahaya." Elvina mengingatkan.


"Benar juga apa yang kau katakan," gumam Rei, setuju dengan kalimat yang baru saja dilontarkan Elvina.


"Jadi, apa yang sebaiknya kita lakukan? Kalian sudah mendapatkan ide?" tanya Lucy sambil menatap ketiganya. Aland ikut menyimak, berharap mereka sudah mendapatkan rencana yang cocok.


Rei menjelaskan apa yang dikatakan Elvina barusan pada keduanya agar mereka mengerti. Dan setelah dijelaskan, keduanya setuju dengan ucapan Elvina.


"Kita memang tidak bisa bergerak leluasa untuk saat ini. Sepertinya tidak ada cara lain selain menyusun rencana terlebih dulu sebelum kita bertindak," kata Lucy.


"Tapi kita tidak boleh terlalu lama di sini, karena orang-orang bisa saja sadar dengan keberadaan kita," ujar Rei.


"Kalau begitu, bagaimana kalau kita ke sini?" Aland menunjuk sebuah tempat dalam layar hologram berisi denah tadi. Tempat yang ditunjukkan Aland berada dekat dengan tempat dimana Andrich dan Melinda berada, hanya saja terhalang oleh koridor.


Lucy dan yang lainnya menatap pada tempat yang ditunjukkan Aland barusan.


"Ide bagus!" Lucy dan yang lain tersenyum sambil mengangguk setuju. Mereka segera bergerak menuju tempat yang tadi ditunjukkan Aland.



...*...


"Hari ini banyak sekali yang harus kita bawa. Sampai kapan semua ini terus kita lakukan?" keluh salah seorang evolver yang kini berjalan dengan salah satu rekannya, mereka hendak menuju ke tempat berkumpulnya penjaga lain yang berada di lantai bawah.


"Tapi, tetap saja melelahkan."


Klap!


Suara pintu yang di tutup seketika menyita perhatian pria itu. Ia spontan menghentikan langkahnya dan melirik ke arah dimana itu berasal.


"Kenapa kau tiba-tiba berhenti?" Lelaki yang sejak tadi berjalan disampingnya itu seketika ikut menghentikan langkahnya begitu sadar pria itu berhenti.


"Aku seperti mendengar suara langkah kaki yang mengarah pada gudang penyimpanan di sana," katanya sambil menunjuk ke salah satu koridor yang terletak di sebelah kanan mereka.


"Langkah kaki?" ulang temannya.


"Ya. Ayo kita cek! Aku rasa ada yang tidak beres." Pria itu melangkah ke arah yang dilihatnya dengan temannya di belakang.


Mereka masuk ke dalam gudang penyimpanan tempat dimana mereka menyimpan semua barang bawaan mereka. Khususnya adalah bahan-bahan makanan karena letak tempat itu berada sangat dekat dengan ruang masak.


Tiba di dalam, mereka segera mengelilingi setiap sudut ruangan, mencari suara aneh yang semula mereka dengar.


"Tidak ada apa-apa di sini. Mungkin hanya perasaanmu saja," kata lelaki itu padanya.


"Aku yakin kalau ada seseorang yang baru masuk ke sini. Tapi dimana, ya? Apakah dia bersembunyi?" Pria itu kekeuh dengan ucapannya. Meyakini bahwa ada orang yang baru saja masuk ke dalam sana.


...***...